Kamis, 31 Mei 2012

Maaf

0 comments

Aku tahu, kata maaf akan bekerja.. karena hati yang Allah lembutkan akan berkomunikasi dengan caranya yang khas.
Karena, “Setiap manusia akan berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya pembuat kesalahan adalah mereka yang bertaubat.”
Karena, Allah Yang Maha Pencipta, adalah Ia yang Maha Pemaaf. Hati ini akan merasa malu, saat Allah Yang Maha Hebat amat luas ampunan-Nya, sedangkan diri sering membatasi hak saudara seiman untuk menghilangkan rasa bersalah dan kesedihannya.
Bukankah berbuat salah itu akan melahirkan sesak, sedih, ingin bersembunyi dari muka bumi? Sementara Allah memanggil hamba-Nya dengan lembut, “Kemarilah, kembalilah pada-Ku. Kembalilah pada-Ku dengan kesungguhanmu, karena ampunan-Ku sangat luas.”
Alangkah istimewanya hati yang saling memaafkan, diri yang saling berjabatan tangan untuk merelakan kesalahan yang telah lalu, dan bersama-sama memperbaikinya.
- Nur Afifah - :)

Ibu #1

0 comments
hak setiap anak, bahkan sebelum terlahir ke dunia adalah memiliki ibu yang terbina. Sudah sejauh apakah pembinaan dirimu, wahai calon Ibu? :)

Iseng, bangun dari tidur siang (baca : boci), saya jadi pengen nambah cita-cita, selain jadi dokter, penulis, istri, juga mendadak pengan jadi Ibu. :3
Ga mendadak juga sih -_-", jadi Ibu kayaknya impian semua wanita deh, waktu SD aja saya udah pengen jadi Ibu kok, minimal dulu pernah jadi Ibu nya Angelica Florensino, kucing saya, yang Alhamdulillah, sampe sekarang masih sehat wa'alfiat :">

Ibu, panggilan yang begitu menggetarkan, membiruharu, menggemakan rasa terdalam di diri setiap wanita.

Ibu itu, merupakan rahim peradaban. Dari nya lahir seorang profesor, insinyur, dokter, dan berbagai profesi hebat lainnya, atau lahir pula generasi Ibu-Ibu yang berikutnya. Beliau itu madrasah pertama. Maju atau berkembangnya suatu negara/bangsa ga akan pernah lepas dari peran seorang Ibu :)

Betapa ingin setiap wanita menjadi sepertinya.
Jadi, pantas saja, Rasulullah menyebut "Ibu" sampe 3 kali, baru kemudian Ayah.

Dulu, saya pernah beli buku, isinya tentang "apapun yang tidak mungkin kamu tanya sama Ibu". Di dalamnya ada tata cara bergaul, bersahabat, tentang cinta, tentang sekolah, bahkan sampai tata cara pemilihan bra dan memakai softek, yang katanya, ga mungkin bisa ditanya sama Ibu.

Sekarang, setelah usia menapaki kepala 2, #eaa (ceritanya saat saya tuir begini :p) , saya mikir lagi, kok bisa sih ada pertanyaan yang ga bisa ditanya ke Ibu? Katanya Ibu madrasah pertama? 

Ya, memang begitulah, harusnya, idealnya, semua pertanyaan harus bisa dijawab sama Ibu. Engga ada yang ga bisa. Ibu harus bisa segala-galanya, jadi pembina, pendidik, pemimpin anak-anaknya. Makanya, harus cerdas dulu, baru deh berani jadi Ibu :p

Ibu itu Teladan,
contoh di rumah, contoh di masyarakat.
Pendamping Ayah, yang kalo ayah salah, ada ibu yang membenarkan. Kalo ayah keras, bisa Ibu yang melembutkan. Kalo ayah kurang, Ibu bisa melengkapkan.

Ibu,
Banyak wanita yang kini enggan menjadi kata itu, maka kata itu pun enggan menjadi mereka. 

Ibu, kata tentang penegasan madrasah agung, tempat anak-anak mempertanyakan semesta  dengan bahasa yang paling akrab, harapan paling memuncak, dan keingintahuan yang paling dalam.
Dermaga pengaduan paling luas. 
Belai paling menentramkan.
Dekapan yang paling aman.

Ibu itu perpustakaan paling lengkap sedunia ! Kelas paling nyaman , lapangan yang paling lapang, tak bisa tergantikan.

Mitokondria mu berasal dari Ibu mu, tanpa mitokondria, tau kan kita ga bisa sintesis ATP?! Ga akan ada proses berbelit-belit siklus Kreb. Tanpa ATP, kamu bisa apa coba?

Hidup pertama mu, nutrisi dari darah siapa? Placenta lepas, jadilah kamu sesuatu yang berdarah-darah tanpa nyawa. 

Begitu Mulia kau tercipta Ibu. Surga pun di bawah telapak kakimu. Ridho Allah pun ada pada ridho mu. Dan berbahagia lah wanita seluruh dunia, wahai calon ibu :)

Jadi, apa alasan mu untuk tidak membina diri menjadi seorang Ibu?
Tidak ada :)


Minggu, 20 Mei 2012

inspirasi Minggu pagi

0 comments
Wahai Allah yang Maha Hidup, Wahai Allah yang senantiasa mengurusi, tidak ada Tuhan selain Engkau, dengan rahmat-Mu, aku memohon pertolongan, perbaikilah keadaan diriku seluruhnya, dan jangan Engkau serahkan nasibku kepada diriku walau sekejap mata, tidak pula kepada seorang manusiapun ..
HR Thobroni 

Sabtu, 19 Mei 2012

CD4 T cell

0 comments





saat pertahanan pertama roboh,
pertahanan ke-2 tumbang,
pertahanan ke-3 hancur lebur, berkeping-keping.

berkeping, keping :')

tidak bersisa

macrophage sudah tak mampu men-fagosit mu
sel dendritic, sel B, serapuh itu kah kalian??
selemah itukah?
andai, sebelumnya APC ini mampu mengenali mu,
ya, mengenali mu yang ternyata JAHAT !
yang sekarang, semakin, semakin menggerogoti.

belas kasihan mu sudah terlalu telat,
infeksi mu semakin sistemik,
aku semakin rapuh,
semakin menyedihkan,
viral load mu sudah berpuluh-puluh ribu !

Berhentilah bermanis-manis mengasihani,
bahkan aku sudah terlalu rentan,
setelah ini akan datang infeksi oppotunistik lainnya
aku mati
tak akan bahagia lagi
aku hancur

Mudah-mudahan senyum ini tetap bisa membuat ku terlihat "baik-baik saja",
aku akan selalu terlihat kuat
sampai aku benar-benar habis
habis
habis kau hancurkan :')


-tertanda
CD4 T-cell

Kamis, 17 Mei 2012

Trust me, You're Hopeless !

0 comments
dengan judul seperti ini saya semacam bingung harus cerita apa.
seorang teman berkata "Trust me, you're hopeless".








Sayangnya, saya ga pernah percaya dengan kata "hopeless",


pasti


pasti ada jalan !  :">
if there is a will, there is a way
seperti kata kalimat bijak yang klasik, kadang Allah tidak memberi yang kita mau, tapi memberi yang kita butuh. Saya tetap percaya ada "tangan" lain, yang bekerja di balik layar atas semua harapan kita :">


Sorry, i even never know about "what hopeless is"
 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template