Kamis, 31 Mei 2012

Ibu #1

hak setiap anak, bahkan sebelum terlahir ke dunia adalah memiliki ibu yang terbina. Sudah sejauh apakah pembinaan dirimu, wahai calon Ibu? :)

Iseng, bangun dari tidur siang (baca : boci), saya jadi pengen nambah cita-cita, selain jadi dokter, penulis, istri, juga mendadak pengan jadi Ibu. :3
Ga mendadak juga sih -_-", jadi Ibu kayaknya impian semua wanita deh, waktu SD aja saya udah pengen jadi Ibu kok, minimal dulu pernah jadi Ibu nya Angelica Florensino, kucing saya, yang Alhamdulillah, sampe sekarang masih sehat wa'alfiat :">

Ibu, panggilan yang begitu menggetarkan, membiruharu, menggemakan rasa terdalam di diri setiap wanita.

Ibu itu, merupakan rahim peradaban. Dari nya lahir seorang profesor, insinyur, dokter, dan berbagai profesi hebat lainnya, atau lahir pula generasi Ibu-Ibu yang berikutnya. Beliau itu madrasah pertama. Maju atau berkembangnya suatu negara/bangsa ga akan pernah lepas dari peran seorang Ibu :)

Betapa ingin setiap wanita menjadi sepertinya.
Jadi, pantas saja, Rasulullah menyebut "Ibu" sampe 3 kali, baru kemudian Ayah.

Dulu, saya pernah beli buku, isinya tentang "apapun yang tidak mungkin kamu tanya sama Ibu". Di dalamnya ada tata cara bergaul, bersahabat, tentang cinta, tentang sekolah, bahkan sampai tata cara pemilihan bra dan memakai softek, yang katanya, ga mungkin bisa ditanya sama Ibu.

Sekarang, setelah usia menapaki kepala 2, #eaa (ceritanya saat saya tuir begini :p) , saya mikir lagi, kok bisa sih ada pertanyaan yang ga bisa ditanya ke Ibu? Katanya Ibu madrasah pertama? 

Ya, memang begitulah, harusnya, idealnya, semua pertanyaan harus bisa dijawab sama Ibu. Engga ada yang ga bisa. Ibu harus bisa segala-galanya, jadi pembina, pendidik, pemimpin anak-anaknya. Makanya, harus cerdas dulu, baru deh berani jadi Ibu :p

Ibu itu Teladan,
contoh di rumah, contoh di masyarakat.
Pendamping Ayah, yang kalo ayah salah, ada ibu yang membenarkan. Kalo ayah keras, bisa Ibu yang melembutkan. Kalo ayah kurang, Ibu bisa melengkapkan.

Ibu,
Banyak wanita yang kini enggan menjadi kata itu, maka kata itu pun enggan menjadi mereka. 

Ibu, kata tentang penegasan madrasah agung, tempat anak-anak mempertanyakan semesta  dengan bahasa yang paling akrab, harapan paling memuncak, dan keingintahuan yang paling dalam.
Dermaga pengaduan paling luas. 
Belai paling menentramkan.
Dekapan yang paling aman.

Ibu itu perpustakaan paling lengkap sedunia ! Kelas paling nyaman , lapangan yang paling lapang, tak bisa tergantikan.

Mitokondria mu berasal dari Ibu mu, tanpa mitokondria, tau kan kita ga bisa sintesis ATP?! Ga akan ada proses berbelit-belit siklus Kreb. Tanpa ATP, kamu bisa apa coba?

Hidup pertama mu, nutrisi dari darah siapa? Placenta lepas, jadilah kamu sesuatu yang berdarah-darah tanpa nyawa. 

Begitu Mulia kau tercipta Ibu. Surga pun di bawah telapak kakimu. Ridho Allah pun ada pada ridho mu. Dan berbahagia lah wanita seluruh dunia, wahai calon ibu :)

Jadi, apa alasan mu untuk tidak membina diri menjadi seorang Ibu?
Tidak ada :)


0 comments:

Posting Komentar

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template