Senin, 20 Agustus 2012

Hati-hati dengan Hati

Kau membunuh setiap pucuk perasaan itu. Tumbuh satu langsung kaupangkas. Bersemai satu langsung kauinjak. Menyeruak satu langsung kau cabut tanpa ampun. Kau tak pernah memberikan kesempatan. Karena itu tak mungkin bagimu. Sayangnya, dalam urusan seperti ini, saat semua sudah terlanjur tumbuh, maka tunas-tunas perasaanmu tak bisa kaupangkas lagi. Semakin kau tikam, dia tumbuh dua kali lipatnya. Semakin kauinjak, helai daun barunya semakin banyak.”

-Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, Tere Liye

Kalimat di atas, saya copas dari status kak Nuril Annissa , dengan tidak ada maksud apa-apa. Sebenarnya beliau pernah menceramahi saya seputar itu. Hati-hati dengan hati! Hati itu adalah organ yang sangat sensitif. Lobusnya boleh 4, tapi sel-sel penyusunnya kan itu-itu aja, hepatosit! Pada dasarnya, ia monoton! Begitulah kak Nu menjabarkan analogi anatomi 'hati' pada saya. Sangat logis! :')

Sejalan dengan kalimat dari Tere Liye, "saat semuanya sudah terlanjur tumbuh", maka semua akan semakin sulit untuk dipangkas, ditikam, bahkan ia bisa tumbuh menjadi berkali-kali-kali lipat. Makanya, hati-hati dengan hati!

Sekali saja kamu pasrah untuk jatuh, maka kamu akan terjatuh lebih dalam! Sekali saja kamu membuka pintu, maka akan sangat sulit menutupnya kembali. Sekali saja rasa-rasa itu telah bersemai tumbuh, siap-siap saja memanen bahagia atau malah memanen kecewa. Saya sok tau banget ya. (-_-") Fiuuuh~

Kebencian yang berlebihan sungguh tidak sehat. Maka maafkanlah, dan hapuslah kebencian itu perlahan-lahan. Begitu juga Kecintaan yang berlebihan juga sungguh tidak sehat. Maka pandai-pandailah mencintai. Sadarilah, akan ada yang sangat cemburu saat kita mencintai apapun melebihi-Nya. Itu kata saya loh! Dengan indikator bahwa segala yang berlebihan itu tidak baik, hihihi. :'3
"Hati itu organ yang rentan sebenarnya. Gumpalan darah, begitu malah kata orang. Lobusnya boleh ada empat, tapi sel-sel penyusunnya cuma hepatosit (dan sel-sel Schuffner di sela-selanya); monoton. Ia hanya bisa dialiri darah yang satu; darah kita. Dan sebenarnya seperti itulah perasaan kita. Sudah sepatutnya didominasi oleh satu saja. Semoga tak salah memilih "Yang Satu" itu." -Nuril Annissa S.Ked
Ngerti noooov?? Insya'Allah.

 sumber gambar :
http://vi.sualize.us/candy_sweet_by_littlemisslove_on_deviantart_taste_love_bokeh_ice_cream_picture_apB2.html

ps : kenapa ya bentuk perasaan/hati itu kaya bulet tapi engga penuh, kepotong di tengahnya, kenapa ya? filosofinya apa ya? -...-" *random*

0 comments:

Posting Komentar

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template