Sabtu, 04 Agustus 2012

Kenapa harus Hujan? Kenapa harus Malam?

 
Saya sangat mencintai hujan, sebagaimana saya mencintai malam, sebagaimana saya sungguh kagum atas ciptaan Maha Karya Allah, Maha Pencipta. Lalu kenapa harus hujan? dan kenapa harus malam?

Malam itu identik dengan sepi, gelap, dan sendiri. Saya tidak suka sepi/gelap/sendiri, kecuali malam. Serasa saya ini adalah pemilik seluruh malam. Saya bebas mau ngapain aja di malam hari, sendiri. Saya merasa seperti hanya saya yang dilihat oleh bulan, diselimuti bintang-bintang, dan dibisik manja oleh angin malam. Kasih sayang matahari pun tak terbatasi meski gelap, saya yakin di ujung sana, dia tetap memberikan kehangatan memancarkan sinar untuk bulan. Awan-awan nakal, jangan dikira hilang saat malam, dia berlari-lari juga menutupi bulan kadang-kadang. Mereka seakan bermain-main, menunjukkan kasih sayangnya silih berganti untuk saya.

Air mata yang jatuh pun tak kan di dengar siapa-siapa saat malam. Malam menjaganya, untuk saya. Malam merahasiakan kelemahan-kelemahan saya, yang tentunya tidak akan terungkap saat siang. Istimewa. Saya bangga menjadi makhluk-makhluk malam. :')

Malam menyelimuti saya saat lelah menyapa, saat air mata tak mampu dibendung lagi, saat tak tahu mau bersandar dimana lagi.

Malam saya adalah malam sunyi, malam romantis, dan malam dengan angin damai. Bukan malam penuh kehebohan dan euporia. Malam saya adalah malam melankolis. Malam saya, adalah milik saya, untuk saya dan untuk-Nya.

Hujan itu anugrah, hadiah, cinta dan suasana keteduhan. Hujan itu menyuburkan, seperti yang selalu difirmankan-Nya, berkali-kali. Hujan akan membasahi wajah saya, menyamarkan air mata, membawa suka cita. Angin hujan akan meniupkan daun-daun jatuh, memanjakan hidung dengan bau tanah yang khas, memanjakan mata dengan pelangi setelahnya. Membuat air mata tak jatuh lagi. Hujan mengingatkan saya dengan-Nya, dengan makhluk-makhluk yang saya cintai karena-Nya.

Hujan mengingatkan saya tentang memori-memori main becek masa kecil, memori ngepel bareng setelah rumah kami banjir, mengingatkan saya akan suara bising atap seng di rumah kontrakan dulu, tentang memori dilarang bermain keluar, dan memori tidur melingkarnya anak-anak Angelica Florensino (kucing saya). Dan masih banyak rahasia indah bersama hujan. :"">

Saya mulai berfikir random tentang resepsi pernikahan di saat hujan atau ijab kabul saat dini hari dan bulan purnama saksi bisunya. Ya kali, siapa yang mau dateng nov -...-". Skip! Skip! Skip!

Segala puja dan puji untuk Mu, Allah. Untuk ciptaan terindah-Mu, hujan dan malam.



23:41 WIB
ps : di bawah langit Indah kota Jambi, dan bulan purnama saksi bisunya.
sumber gambar : http://www.landscape-photo.net/displayimage.php?album=127&pid=922

0 comments:

Posting Komentar

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template