Kamis, 27 September 2012

Sastra dan Menulis

"Syair macam apa yang kau baca itu? Betapa indah dan agungnya kalimat di dalam syair ini." -Umar bin Khattab , saat mendengar ayat-ayat suci Allah, Penguasa semesta.

Al-Qur'an, sastra terindah sepanjang masa. Umar yang hatinya keras pun takjub, begitu terpesona mendengar untaian bahasa Al-Qur'an yang begitu indah. Hanya syair dari Illahi inilah yang mampu membuat air mata beliau mengalir deras. Hanya untaian kalimat indah di dalam Al-Qur'an lah yang sanggup membuatnya takluk dan tunduk. Merinding. Maha Kuasa Allah. :_)

Sastra itu indah. Saya jadi ingat suatu kutipan..

Ajarkan sastra pada anak-anakmu, agar mereka berani mengubah kelemahan menjadi kekuatan.
Ajarkan sastra pada anak-anakmu agar mereka berani melawan ketidakadilan.
Ajarkan sastra pada anak-anakmu agar mereka berani menegakan kebenaran.
Ajarkan sastra pada anak-anakmu agar jiwa-jiwa mereka hidup.
Ajarkan satra yang mengajarkan keberanian
-Anis Matta

Suatu hari nanti, saya akan mengaplikasi kan kutipan dari Anis Matta itu, mengenalkan pada anak-anak tentang sastra, tentang pentingnya membaca, tentang betapa asiknya menulis. Membaca membuka mata mu, Nak! Meluaskan pikiran mu, melapangkan hati mu. Setelah puas membaca, maka tulislah! Jangan biarkan hanya pikiran mu yang menikmatinya. Berbagilah.

Dengan menulis, kita bisa menjadi apa pun, pergi kemana pun.
Dengan menulis, bisa jadi kita membuat orang lain bahagia, tersenyum malu, deg-degan, dan perasaan nano-nano lainnya, meski tidak bertemu pandang.
Dengan menulis, kita bisa memperlakukan orang lain dengan spesial, siapapun orangnya.
Dengan menulis, kita bisa mewujudkan rasa sayang, meski bibir ini diam.
Dengan menulis, kita juga bisa menangis, meski air mata tak keluar.
Dengan menulis, bisa jadi kita menginspirasi seseorang.

"Jangan pernah berhenti menulis, sebab kita tak pernah tau, tulisan mana yang akan menyadarkan seseorang di luar sana"Nuril Annissa

http://oohgeephotography.wordpress.com/page/5/


2 comments:

  1. Yaasiin
    69. Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, yang dimaksudkan dari perkataan Umar bin Khattab disini adalah sangking indahnya kalimat-kalimat Al-Quran, Beliau mengira itu merupakan syair, bukan malah tentang bersyair dengan Al-Quran.
      dan tulisan saya juga bukan merupakan ajakan bersyair dengan Al-Quran, tapi ajakan buat menulis dan menyukai sastra :D

      Hapus

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template