Sabtu, 20 Oktober 2012

Langit

Hai Langit,
Betapa merah dirimu sore ini,
Jarang aku menyapa merah saga mu, seperti hari ini.

Langit, sungguh luar biasa Penciptamu dan Penciptaku.
Ah, lagi-lagi aku berkata itu! :")

Langit,
Ternyata setinggi apapun aku meloncat, tak pernah jemari ini bisa menyentuhmu.
Menyentuh keindahan mu.
Sebegitu inferior itu kah aku?
Hingga aku terbang ke galaksi lain pun, belum juga bisa menggapai mu.
Mungkin memang lebih baik aku diam-diam memandang mu dari tempatku,
Bersembunyi malu,
Seperti malunya matahari kepada mu saat malam tiba,
Yang diam-diam "terlihat" hilang, padahal matahari sama sekali tak hilang.

Mungkin seperti itulah aku terhadap mu, Langit.



Jatinangor, 18 Oktober 2012
00:17 am

0 comments:

Posting Komentar

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template