Jumat, 16 November 2012

Mencintai Rasul

Al-Qur'an adalah semesta yang berbicara,
Alam semesta adalah Al-Qur'an yang diam,
Rasulullah SAW adalah Al-Qur'an yang berjalan

Jika kita tidak mencintai Allah,
mungkinkah kita akan mencintai orang yang paling mencintai Allah?

Jika kita tidak mencintai Al-Qur'an,
mungkinkah kita mencintai Rasulullah?

"Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi mu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman". -Q.S 9:128

Rasulullah bertanya kepada para sahabat :
"Siapa makhluk yang imannya paling mempesona?"

Para sahabat menjawab : "Malaikat, ya Rasulullah"

Rasulullah menjawab : "Bagaimana mereka tidak beriman? Bukankah mereka berada di samping Allah?"

"Kalau begitu mungkin para Nabi, ya Rasulullah?"

Rasulullah menjawab : "Bagaimana para Nabi tidak beriman? Bukankah pada mereka wahyu Allah diturunkan?"

"Kalau begitu, pasti kami para sahabatmu, Ya Rasulullah"

Rasulullah menjawab : "Bagaimana kalian tidak beriman? Bukankah aku berada di tengah-tengah kalian?"

"Kalau begitu, siapa mereka Ya Rasulullah, yang imannya paling mempesona?"

Rasulullah menjawab : 
"Yang paling menakjubkan imannya adalah mereka yang sesudahku, mereka beriman kepada ku padahal tidak pernah berjumpa dan melihatku. Yang mempesona imannya adalah mereka yang tiba, setelah aku tiada. Yang membenarkanku tanpa pernah melihatku."

Kemudian Beliau meneruskan perkataannya ..
"Alangkah rindunya aku kepada mereka (Umatku),
Alangkah bahagianya aku bisa bertemu mereka".

Ummatii .. Ummatti ..

Ya Rasulullah, kami juga merindukan mu! :')

0 comments:

Posting Komentar

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template