Minggu, 09 Desember 2012

Kaderisasi


“ Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”
(Q.S An-Nisa: 9)

Tahun lalu, tahun ini dan tahun depan, akan berjalan sama. Masih dengan ketakutan yang sama. Kaderisasi! Memberikan bekal, mengoper estafet kepemimpinan, menyiapkan generasi, meninggalkan kesan baik, agar "yang ditinggalkan" tetap 1 tujuan.

Semester 3 lalu, beserta pendekar-pendekar Pembinaan dan Kaderisasi Senat Mahasiswa FK Unpad, kami berusaha membentuk "karakter" angkatan 2011, adik-adik kami. Mungkin banyak kekurangan, banyak kritikan dan sindiran tentang MABIM tahun itu. Tentang betapa tidak kompaknya kami, tentang betapa kami belum pantas menjadi teladan, tentang betapa letih dan jenuhnya kami. Hingga suatu hari saya tersenyum melihat betapa HEBATnya 2011. Ya, 2011 memang aslinya memang angkatan yang keren sih, tapi semoga kekerenan mereka itu tidak lepas dari pengaruh OPPEK dan MABIM, meski sedikit. :')

Tahun ini, masih bekerja untuk yang sama. Upgrading demi upgrading telah dilewati anggota CIMSA FK Unpad 2011. Ya, mengubah segala sesuatu tidak semudah ucapan mulut saja. Susah dan beraat. Jika tahun lalu saya masih dengan mudah merencanakan mimpi-mimpi saya, sangat ideal untuk CIMSA. Setelah menjalaninya, mewujudkan mimpi itu tidak semudah saya mengucapkannya. Masih banyak kekurangan dan kesalahan yang saya lakukan dalam proses mewujudkannya, baik dalam hal teknis maupun metoda.

Sekarang, sudah saatnya kader-kader itu tumbuh, naik level untuk menggantikan tempat saya dan teman-teman Official 2012-2013. Dan sudah saatnya juga CIMSA me-recruit angkatan 2012 untuk bergabung, belajar bersama kami di CIMSA. Ah, kenapa setiap perpisahan itu selalu diakhiri dengan rasa cinta yang berlebihan. Takut kehilangan. Saya semakin takut meninggalkan mereka, meninggalkan generasi di belakang kami. :")

ya, itu lah Kaderisasi.
sebuah rasa yang hangat, yang muncul dari jiwa-jiwa yang rela. 
Saya masih ingat teh Fulki tahun lalu menyebut dirinya dan teman-temannya sebagai organel saat SCORE, orang-orang yang rela. 

Orang yang rela untuk tidak memikirkan dirinya sendiri. Orang yang tidak rela generasi setelahnya tidak lebih baik darinya. Orang yang rela, oke, mungkin tahun ini "saya masih buruk", tapi tahun depan, "penerus saya harus membuat segala keburukan ini menjadi baik!"

Dan sungguh, kaderisasi itu tidak mudah. Butuh proses yang PANJAAANG untuk memperbaiki sistem. Butuh PROSES untuk mengubah perilaku, pemikiran dan karakter SDM. Tidak semudah memberi masukan dan hanya mengkritik dari balik layar.

dan InsyaAllah, ditahun depan, saya akan meloncat ke organisasi yang tidak kalah heboh dan besarnya sama Senat dan CIMSA. Ia lah KAMI Asy-Syifaa' :) Masih dengan dunia yang sama, kaderisasi. Di Asy-Syifaa, saya akan lebih fokus sama pengurus besar dan pengurus intinya, di biro Sumber Daya Manusia dan Keluarga. Agak aneh memang namanya, setelah tau filosofinya, saya agak jadi membisu. :"|

Selain upgrading pengurus, ada sebuah nilai yang ditekankan, nilai yang mereka sebut sebagai "ukhuwah". Karena itu ada tambahan embel-embel "keluarga" di belakangnya. Setelah ngobrol bareng Kabir SDMK tahun ini yang super keren, saya hanya bisa ngomong 1 kalimat, "saya masih harus banyak belajar ._.", SDMK akan berbeda dengan P dan K, mungkin akan berbeda dengan HRD di CIMSA, karena kita ga cuma mengurus "pengurus", tapi lebih tepatnya mengurus "saudara seiman" dalam masalah softskill dan tentang ke-organisasi-an. Sungguh, sepertinya nanti staff saya akan lebih berkompeten daripada saya. Hiks.

Ini akan menjadi sebuah cerita lucu, dimana saya harus ngurusin objek yang beda-beda dari tahun ke tahun. Mahasiswa baru yang lucu-lucu, teman-teman yang berjiwa mengabdi dan orang-orang sholeh yang ingin konsisten berbuat kebaikan. :)

Kaderisasi. Semoga siapapun yang terlibat di dalamnya, Allah mudahkan segala urusannya.

Ps : teruntuk semua wanita, bukankah nanti kita juga akan melakukan proses "kaderisasi"? Ya, mengkader generasi setelah kita, agar akhlaknya jauh lebih baik daripada ayah dan ibunya. :) *efek long-term kaderisasi :p *




0 comments:

Posting Komentar

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template