Senin, 18 November 2013

mencintai-Nya

0 comments
jezihijab.tumblr.com


Di sebuah sabtu pagi, tepatnya di sebuah saung, tepatnya lagi di sebuah lingkaran majelis ilmu. Saya dan teman-teman sedang mendengar dengan khusyu' seorang teteh bercerita tentang dampak positif ibadah. Salah satu dampak positif beribadah adalah menumbuhkan rasa cinta pada Allah. Mmmm :|

Familiar sekali ya kata cinta ini. Banyak orang yang bilang saya cinta Allah, tapi nyatanya sehari-harinya masih jauh dari sikap "cinta pada Allah" (termasuk saya *plak! *plak! *hiks). Ya, saya tahu, Allah itu sangat amat cemburu sama hamba-Nya yang cinta pada selain-Nya, dan menjadikan hal-hal duniawi sebagai saingan cinta kita pada Allah. Kita semua tahu, meski kita sebagai hamba yang payah ini seringkali luput.

"Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
-Q.S At-Taubah 24

Jleb.
Saya langsung memutar otak dan introspeksi diri di detik yang sama, barangkali saya pernah sedih yang berlebihan saat kehilangan sesuatu, barangkali pernah terbesit mencintai sesuatu dan tanpa sadar cinta itu berlebihan, seringkali lupa bersyukur dan tidak tahu diri atas semua nikmat Allah. :|

Cintailah Allah dan rasul-Nya, maka kamu tidak akan pernah kehilangan apapun. ya ya ya! Saya bergumam dan bersemangat untuk segera menuliskan di catatan pribadi (termasuk menulis disini) agar saya ingat selalu. Agar setiap saya sedih, susah, payah, penuh duka atau sebaliknya saat sedang bahagia sekalipun, saya ingat akan kata-kata yang saya ikrarkan tersebut.

lalu, bagaimana cara mencintai Allah dan rasul-nya? secara teori simpel, lakukan apapun yang Allah suka. :) tapi secara praktik? yaaa, berusahalah sebaik-baiknya, anak muda! Toh, seberapa banyak pun amalan yang kita lakukan setiap detik, tidak ada yang menjamin bahwa kita pantas memasuki Surga Allah, kecuali ridho-Nya kan? Jadi, lakukan saja sebaik-baiknya. Allah Maha Melihat. :')

Cintailah Allah dan rasul-Nya, maka kamu tidak akan pernah kehilangan apapun.
Cintailah Allah dan rasul-Nya, niscaya kesedihan hanya akan dirasa sementara.
Cintailah Allah dan rasul-Nya, maka kamu akan temukan nikmat di dalam kesabaran.
Cintailah Allah dan rasul-Nya, maka semesta alam pun akan mencintaimu




Jatinangor, 18 November 2013
Arnova Reswari

Minggu, 10 November 2013

Beasiswa Aktivis Nusantara Dompet Dhuafa

0 comments
Jika kamu Mahasiswa Muslim tahun 3 dan tahun 4, Aktif di Kampus, ingin meng-upgrade diri lebih, dan ingin dapat keluarga baru. Mungkin kamu perlu tahu tentang Beasiswa Aktivis Nusantara Dompet Dhuafa :D

Penasaran?

Teman-teman bisa berkunjung kesini .

Khusus Mahasiswa ITB dan Unpad, bisa cari tahu disini dan disini. :)

Kamis, 07 November 2013

0 comments
"Ya Allah, umurku bertambah dan telah banyak hilang kekuatanku. Tetapi kewajibanku semakin bertambah. Panggillah aku ketika aku bisa penuhi tanggung jawabku.."

Jatinangor, 6 November 2013

Kamis, 24 Oktober 2013

MUJAHADAH !

0 comments

Jangan bekerja seperti robot, yang hanya dengar perintah, dan sigap melaksanakan tugas tersebut. Tanpa tau makna.
Jangan bekerja mengaharapkan pujian atau takut dihina, bekerjalah dengan hati mu. Itu yang membedakanmu dengan robot.
Jangan takut dan malu untuk kritis terhadap segala hal, apapun itu.
Jangan tidur dengan otak penuh ketidaktahuan dan pemahamanmu yang masih kurang.
Jangan pernah lelah untuk mencari kebenaran.
Menyendirilah, kamu cuma perlu berfikir tentang apa yang telah kamu perbuat dan tentang apa yang perlu kamu perbaiki. Niat itu ada di awal, tengah, dan akhir.
Jangan pernah lelah bekerja untuk Allah, sampai kematian syahid yang kamu idamkan datang.

Arnova Reswari
Jatinangor, 24 Oktober 2013

Minggu, 06 Oktober 2013

Tabungan Hari Tua

0 comments

You are what you eat!
- dr. Sharon Gondodiputro  MARS. MH

Dalam lecture tentang geriatri selasa kemarin, saya semakin sadar bahwa hidup sehat hari ini merupakan tabungan hidup sehat di masa depan. Ya, seperti yang kita ketahui bersama, siklus hidup wanita akan mengalami penurunan di usia 30an. Dikuti dengan penurunan fungsi tubuh seluruhnya. Penyakit-penyakit degeneratif akan mulai menghantui. :(

Saya mulai bercermin, hidup saya super-tidak sehat ternyata. dr. Sharon bilang, jika mau hidup sehat di hari tua, perhatikan makanan yang kita makan saat muda. Jika penuh dengan makanan bergizi, tinggi kalsium, cukup serat, dan lemak yang seimbang, InsyaAllah saat jadi nenek-nenek bisa lebih produktif dan tidak mudah sakit. Jika penuh junk food?? Kebayang kan nantinya kita akan jadi seperti apa saat tua? ._.

Oleh karena itu, mari kita list step-by-step menuju hidup sehat, versi Arnova. :( *ini sih catetan khusus buat saya sendiri, haha, kalo mau ngikuti, manggaaa :D

1. Perhatikan makanan
Mari mulai sekarang, mari kurangi makanan berlemak dan berkalori tinggi. Ganti dengan makanan yang kaya protein dan kaya serat. >:D Kurangi makan junk food, kurangi cemilan gorengan (._.", oke saya tau bagian yang ini sulit!)

2. Olahraga Kardio
Penting untuk kesehatan jantung kita bersama. :D Bisa dengan lari-lari santai, aerobic, pokoknya bergerak selama minimal 30 menit. *cara ini sudah mulai rutin saya lakukan *\(^_^)/*

3. Konsumsi Air
Minimal 8 gelas sehari :D *cara ini mudah, jadi ini harus dilaksanakan!

4. Harus sarapan
Menurut blog dokter, metabolisme setelah bangun tidur (di pagi hari) sedang ada di puncaknya, dan jika tidak makan di pagi hari, metabolisme tubuh akan sangat lambat seharian. *saya masih sering melewatkan momen sarapan ._.

5. Minum Susu Tinggi Kalsium, Rendah Lemak
Penting untuk wanita, sebagai pencegahan osteoporosis di hari tua kelak. :D *saya sudah mulai minum susu 1 gelas/hari

6. Begadang jangan Begadaaang~
Ini sangat sulit, dan gabisaaa! >_<. Idealnya orang dewasa butuh tidur sekitar 8 jam/hari

7. Hindari minum bersoda dan ber-kafein
Untuk soda mungkin saya bisa hindari, tapi untuk kopi? ._.

8. Bahagia Selalu
Selalu mendekat pada Allah adalah satu-satunya sumber kebahagiaan hakiki. :3

Sekian, pertanyaan, tambahan, kritik, dan saran, silakan langsung hubungi saya. Selamat hidup sehat! :)


Jatinangor, 6 Oktober 2013
Arnova Reswari

Senin, 23 September 2013

Mencintai Kehidupan(nya)

0 comments
Saya nemu tulisan bagus lagi nih dari artis tumblrMASGUN . Saya suka tulisan ini dan sayang banget kalo ga dibagi di membranteladan. hihi :)
Selamat membaca !
Hakikatnya, ketika orang mencintai orang lain. Maka sejatinya ia harus bisa mencintai kehidupannya, kehidupan orang yang dia cintai tersebut. Ketika ia memutuskan menerimanya. Ia tidak seharusnya mencintainya sebagai satu individu yang berdiri sendiri, namun satu individu dengan kehidupannya. 

Kehidupan itu meliputi masa lalunya, masa depannya, masa sekarangnya. Meliputi keluarganya, teman-temannya, pekerjaannya, impian dan cita-citanya. Jika ia mencintai seseorang sebagai individu tunggal. Maka sejatinya ia hanya mencintai jasad, bukan jiwa. 

Kenyataan di kehidupan berkata lain. Banyak yang mencintai seseorang namun sulit menerima masa lalunya. Sulit menerima bagaimana kondisi keluarganya. Sulit menerima pekerjaannya/ profesinya. Sulit menerima apapun selain dirinya  sebagai seseorang yang terlepas dari semua itu. 

Akibatnya banyak yang kemudian sibuk menyembunyikan masa lalu, rendah diri dengan pekerjaannya, tidak mau mengenalkan keluarganya yang mungkin dianggapnya tidak berada/tidak baik, rusak (broken home), atau apapun yang menurutnya bisa membuat orang lain enggan dekat dengannya. 

Mencintai seseorang adalah mencintai orang lengkap dengan kehidupannya. Sang Muhammad pun mengisyaratkan memilih kriteria agama. Itu adalah isyarat yang sangat baik karena agama (apabila seseorang tersebut memegang teguh) maka kehidupannya yang lain akan menjadi baik sebab tuntunan agama menjadi pegangannya. 

Namun, sebagai manusia. Memilih seseorang pun mari lihat sebagai seorang manusia yang lengkap dan lebih manusiawi. Masa lalunya, impiannya, dan lain-lain. Orang yang belum baik bisa diperbaiki. Maka, saya khawatir ketika seseorang mengamalkan saran nabi yang baik itu dengan satu sudut pandang saja. Maka, akan sangat banyak kehidupan yang mungkin tidak bisa diselamatkan. 

Jika saja laki-laki salih mau memperbaiki agama perempuan yang belum baik. Maka akan ada satu kehidupan yang terselamatkan. Atau sebaliknya. Ini hanya sudut pandang yang lain dan sangat subjektif menurut saya sendiri. 

Mencintai seseorang itu berarti mencintai kehidupannya. Seandainya kehidupannya belum baik, sejauh mana ia bisa menerimanya. Jika masa lalunya begitu kelam, sejauh mana ia bisa melihat masa depannya. Jika hatinya tersesat dalam kehidupan, sejauh mana ia berani mengambil keputusan untuk membimbing. Jika keluarganya tidak begitu baik, sejauh mana dia bisa menerima semua itu. Jika kebiasaan sehari-harinya tidak berkanan dihati, sejauh mana ia bisa meluruskan. Jika agamanya kurang baik, sejauh mana ia bisa mengajarkan. 

Menerima seseorang lengkap dengan kehidupannya sangatlah sulit. Hal ini tidak akan terjadi dalam proses cinta ala remaja yang penuh kamuflase. Memperlihatkan yang terbaik dan menutup rapat-rapat semua keburukan. Memperkenalkan yang baik-baik saja dan hanya mau menerima yang baik-baik saja. 

Maka coba pertanyakan pada diri masing-masing, ketika pun rasa itu masih dipendam dalam diam yang sunyi. Sejauh mana kamu bisa menerima orang itu lengkap dengan seluruh kehidupannya, atau jangan-jangan kamu hanya kagum pada kebaikannya. Menutup mata pada kehidupannya yang lebih luas. 

Mari kita koreksi masing-masing. Sejauh mana kita bisa sanggup menerima semua itu.
- Kurniawan Gunadi

***

www.flamingopink.com.au

Membaca tulisan MASGUN, membuka pikiran saya tentang hakikat cinta sesungguhnya. Tentang penerimaan dan keikhlasan. Tidak jarang, kita lihat fenomena-fenomena aneh tentang cinta. Tentang seseorang yang berkedudukan tinggi, yang jatuh cinta pada wanita biasa-biasa saja. Tentang seseorang yang berfisik menarik hati, yang jatuh cinta pada wanita berpenampilan sangat sederhana. Tentang wanita yang sangat sholih, menikahi pria yang belum sholih, ataupun sebaliknya.

Ya, cahaya itu Allah yang punya. Kita tidak tahu betapa indahnya takdir Allah, telah disusun sebaik-baiknya untuk kita. Kita kadang terlalu bodoh, terlalu cinta duniawi, sehingga kadang susah menerima kenyataan yang sudah Allah rancang.

Cahaya akan tetap ada, selama manusia itu hidup. Perubahan seseorang, tak pernah kita sangka-sangka. Membuat kita terheran-heran. Allah, Maha Pemberi Cahaya, ajari kami cara bersyukur dengam mencintai takdirmu seutuhnya. :)

Ayo perbaiki diri.

Senin, 09 September 2013

Proses Menuju Penjaga Al-Qur'an

0 comments

Proses menuju kesana sangat panjang. Bagi yang hafalannya sudah banyak, jangan berbahagia dulu. Bersyukur boleh, tapi ternyata yang namanya menjadi hafidz/ah tidak berhenti sampai kita sudah bisa menghafal 30 juz. Menjadi penjaga Al-Qur’an, ternyata tentang belajar seumur hidup. :”“

Bagi yang hafalannya masih sedikit. Semangat! Allah turunkan Al-Qur’an, untuk menjadi mudah, bagi siapapun hambanya. :”) Yang penting, harus kuat di awal, kuat di tengah, dan kuat di akhir. Sabar dan istiqomah.

Ada beberapa step menuju hafidz/ah Al-Qur’an, yaitu :

1. Tilawah
Rajin tilawah adalah salah satu kunci mengakrabkan diri dgn Al-Qur’an. Perlahan-lahan, kita harus memperbaiki tajwidnya, agar mempermudah menghafalkan Qur’an. Mulailah memperpanjang durasi tilawah. Mulai dari 1-5 lebar setiap duduk (setiap baca), 1 juz setiap duduk. Hingga mencapai durasi ideal yaitu 3 juz tilawah tiap duduk. Semakin banyak kuantitas tilawah, semakin sering khatam, dan perputaran surat demi surat semakin sering.

2. Ziyadah (Setor Hafalan)
Idealnya, jika ingin menjadi hafidz/ah selama 3 tahun, kita harus mampu setoran 1 halaman/hari atau 3 baris/sholat. Sehingga kurang lebih dalam 1 minggu mampu setor 5 halaman. :”’

3. Muroja’ah
Hafal 30 juz Al-Qur’an bukanlah akhir perjuangan. Itu baru awal perjuangan. Seorang hafidz/ah akan menghadapi banyak sekali tantangan dalam menjaga hafalannya. Karena itu, harus tetap sering muroja’ah.

4. Hafalan yang Kokoh
Mengokohkan hafalan dengan tasmi’ 30 juz nonstop. Diulang. Minimal 20 kali.

5. Rakhshih
Setelah hafalan semakin kokoh. Hafidz/ah harus melalui semacam ujian acak surat tertentu. Tujuannya adalah agar hafalan yang kokoh itu dilafalkan lancar seperti air mengalir. *sangking udah hafal banget :”“

6. Munaqosyah
Ini yang paling bikin terharu. Hafidz/ah diuji di depan orang tuanya, ulama, pemuka masyarakat dan di depan ummat. :”“
Kata Ustad, ga sedikit orang tua yang nangis, bahkan sampai pingsan, liat anaknya menjadi seorang hafidz/ah.

7. Sanad
Seperti Rasulullah SAW :')

- Ust. Suherman, Mesjid Habiburrahman

Sabtu, 31 Agustus 2013

:)

0 comments

Ini bukan tentang harus menjadi hafidzah. Bukan pula tentang menghafal sebanyak mungkin. Ini tentang upaya menghidupkan Al-Qur'an di dalam diri, beusaha terus mencintainya hingga nanti berakhlak yang mencerminkan Al-Qur'an.

Ini tentang sebuah upaya, seorang calon istri,  yang kelak InsyaAllah menjadi seorang calon ibu, yang berusaha menghadirkan suasana Al-Qur'an di rumah barunya nanti. Tentang sebuah cita-cita besar, untuknya, untuk kedua orang tuanya dan untuk generasi-generasi yang lahir dari rahimnya. InsyaAllah.

Sabtu, 31 Agustus 2013
Mesjid Habiburrahman, Bandung

Selasa, 27 Agustus 2013

Kejujuran dan Konsekuensi Berbohong

0 comments
Betapa sulitnya untuk jujur ..

Melihat beberapa kejadian terakhir di sekita saya, saya hanya bisa bergumam, betapa mahalnya kejujuran. Alkisah, suatu hari di terminal Lewi Panjang, saya dan delegasi bakti nusa bandung akan pergi ke Bogor dalam keadaan "setengah buta jalan". Beberapa teman saya ada yang sudah pernah kesana (Bogor) memang, tapi melihat segitu banyak bis di terminal, kami rada-rada bingung juga sih

Seperti yang selalu terjadi, akan banyak penawaran di terminal. Kami pun ditawari suatu bis, yang jurusannya muter-muter, yang intinya Bandung-Bogor itu ga bisa langsung, abis dari ini ke ini dulu, dan kemudian naik ini. Alhamdulillah, ada 1 bapak-bapak (kayaknya kondektur bis lain) bilang ada jurusan Bandung-Bogor, tanpa muter-muter. Ckckck, ironi ya.

Sahabat saya bilang, "lebih baik diam, daripada harus bohong", untuk apapun perkaranya, untuk hal-hal sepele apapun. Jika memang saat ditanya, dan pertanyaan itu engga bikin nyaman, lebih baik diam atau dialihkan ke topik lain.

Saya pun berkeyakinan, kebenaran akan tetap benar. Sehebat apapun manusia berusaha menutupi kebohongannya, Allah yang akan membukakan kebenaran itu sendiri.



TIDAK hanya membiasakan

0 comments
sumber gambar : almomenoon1.0wn0.com

Membiasakan melihat hal-hal yang baik, membiasakan mengucapkan ucapan yang baik, membiasakan mendengar suara-suara yang baik, membiasakan berkumpul dengan orang-orang yg baik. Membiasakan, meskipun mendengar, mengucapkan, melihat yang baik dan menjadi orang baik itu tidak akan secara "instan" terjadi, setidaknya kita berusaha untuk "membiasakan" (tulisan yang saya buat di tumblr)

mas Gun mengomentari tulisan saya, tidak cukup hanya membiasakan, tapi juga mengkondisikan. siip!

Minggu, 18 Agustus 2013

Cerita Pengantar Tidur

0 comments
sumber gambar : thebansheetree.blogspot.com


Saya hampir lupa kapan pertama kali kaki ini mendarat di bumi subur bernama Jawa Barat. Tentu merantau ke tanah pasundan ini bukanlah hal yang terlalu wow bagi keluarga saya, meski saya adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga, dan cucu perempuan satu-satunya (menurut pola orang Minang :p ), yang notabene juga seharusnya pewaris tunggal semua harta kekayaan nenek moyang saya #haha #naondeh! ("-.-)

Intinya, kuliah di Jawa Barat memang salah satu hal yang diimpikan oleh orang tua saya, dengan alasan yang sedikit lucu, yaitu orang sunda orangnya baik-baik, lemah lembut, sehingga kalo merantau disana InsyaAllah kamu aman. zzzzZ (-_-") *entah kapan orang tua saya melakukan survei tentang kevalid-an data tersebut*

Terlepas dari itu, jika saya kembali melihat ke belakang, entahlah, hanya ada satu rasa yang bercampur aduk, syukur.

Saya bersyukur diletakkan secara random di kamar nomer 8, di bale 3 waktu itu (mahasiswi tahun 1 fk unpad wajib tinggal di asrama). Saya yakin ini bukan kebetulan, ketika pertama kali saya berjabat tangan, menyebutkan nama dan asal kepada Nur Afifah, Rika dan Pusfa. Kemudian kami tinggal dalam 1 ruangan selama setahun. Berdiskusi tentang apapun, berantem untuk hal sepele, dan kemudian tertawa mengingat semuanya. :)

Saya juga bersyukur dipertemukan dengan Annisa Lidra di organisasi pertama saya, p-dan-k. Gadis yang super-ramah, yang selalu punya banyak cerita. :)

Di organisasi yang berbeda, saya bertemu dengan Yasmin, yang sampe detik ini juga masih suka gangguin hidup saya, hehe. dan saya sangat rela digangguin. (=.=")

Di organisasi yang berbeda, saya banyak menghabiskan waktu bersama Herning. Cerita dan ber-menye-menye tentang apapun. :3

Di organisasi yang berbeda, saya jatuh cinta dengan kesetiaan Dini, dengan segala kepolosannyaaa. :")

Di kesempatan lain, saya bertemu dengan para penghuni A3 (yang selalu menjadi surganya Jatinangor, bagi saya), BBC (Mia, Farah, Mala, Yaya, Dewi, Fani dan akhwat2 yg disebut sebelumnya) --yang berkat kontribusinya bisa membuat saya bertahan menerpa badai per-fk-unpad-an. :D

Di kesempatan lain, saya bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi, murabbi, para adik mentee, power-ranger-sailormoon, sdmkeren, bakti nusa, vol-D, kamus, perfecten (yes, we are!) dan dunsanak sadonyo @Minangfkunpad. :')

Juga pada mereka yang namanya tidak mampu untuk diketik, tapi selalu terpatri di hati #eaaaa :D

Terlalu banyak yang datang dan pergi. Yang paling berkesan, tentu yang tidak bisa diingkari hati. Terlalu banyak yang menginspirasi, yang senantiasa menjadi guru melalui akhlak dan tulisannya. Masing-masing membuat ceritanya sendiri dan tersimpan rapi di rak-rak cerebral cortex ini.

Kemudian saya bergumam, "apa jadinya saya jika hari itu tidak bertemu dengan kalian?" Saya menerka-nerka, "mmm...mungkin saja saya tidak seperti sekarang ini.."

Menceritakan mereka membuat saya senyum-senyum sendiri. Keberadaan mereka sekarang mungkin seperti tidak berarti. Tetapi suatu hari nanti, saya pasti akan merindukan mereka semua. Pasti.

Setidaknya mereka akan menjadi obrolan hari-hari tua saya bersama suami dan anak-anak nanti. Menjadi obrolan pembukaan minum teh bersama saat kami memandangi hujan dari dalam rumah. Bahkan mungkin bisa jadi cerita pengantar tidur cucu-cucu saya kelak. Tentang neneknya, dan peradaban perkuliahan tentang hidup, yang sangat menyenangkan.

Arnova Reswari
Jatinangor, 18 Agustus 2013

Jumat, 16 Agustus 2013

From Bandung for #SAVEEGYPT, with love

0 comments
peserta aksi berkumpul di depan Gedung Sate

"Kita tidak meratapi para syuhada di Mesir, karena mati syahid menjadi doa kita sehari-hari “allohumma amitna ‘alasyahadti fii sabiilik” dan menjadi cita-cita tertinggi kita “ almautu fii sabiilillahi asmaa amaaniina”, mereka telah memenuhi janjinya dan sudah mencapai cita-cita tertinggi dalam hidupnya.


Yang kita ratapi kebiadaban bangsa Mesir terhadap saudaranya sendiri, padahal mesir adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim."
- kutipan taujih Ust. Hilmi Aminuddin


taujih dari Kang Aher, Gubernur Jawa Barat

Dedek lucu ini semangat banget teriak "Allahu Akbar", sambil digendong ibunya :3

Diam-diam saya motoin seorang teteh yang berdiri tepat di depan saya :)

Siang tadi, warga Bandung membanjiri jalan Diponegoro, tepatnya di depan PUSDAI - Gedung Sate, dan berakhir di GASIBU. Tua, muda, balita, bayi semua hadir. Ini yang saya suka dari Bandung, rame dan kompak! :) Bahkan Gubernur Jawa Barat (Kang Aher) pun turut meramaikan dan berorasi. Aksi damai diakhiri dengan sholat gaib berjama'ah di GASIBU.

Bandung, 16 Agustus 2013

Rabu, 07 Agustus 2013

Posisi Diri

0 comments
Ied Mubarak, para pembaca ! :)
Semoga semua targetan kita Ramadhan ini, bisa terus kita pertahankan untuk 11 bulan ke depan. Aamiin :)

Dalam rangka saya nggak ada ide buat nulis, saya mau sharing tulisan Kurniawan Gunadi lagi. Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran berharga buat kita. :D

Ada pertanyaan yang terlontar hingga menimbulkan pertanyaan baru, "Mengapa sih ada perempuan yang nikah-able dan yang lainnya pacar-able"Pembahasan ini mendadak sangat menarik. 
Sepanjang pengamatanku kepada banyak teman perempuanku selama hidup didunia ini #tsah. Ada diantara mereka yang apabila laki-laki bertemu bahkan mungkin baru pertama kali bertemu sudah akan paham, bahwa perempuan yang dijumpainya itu tidak mungkin didekati dengan “pacaran" apalagi digombal-gombalin dengan hal sejenis itu. 
Laki-laki sudah memasang jarak dan menjaga sikap, sekalipun dia cowok brengsek buaya darat belang belang yang mantannya ada di setiap kota dan desa, dia bisa berpikir-pikir dulu untuk menggunakan “cara lama" nya itu kepada perempuan tersebut. 
Nah, di waktu yang sama dan tempat yang tidak jauh. Ada diantara mereka yang tanpa perlu banyak tanya dan cukup lihat di jalan, sudah tahu bahwa dia “pacarable", mendekatinya cukup dengan jurus-jurus jitu ala sinetron dan tips-tips mendekati lawan jenis dibuku-buku, alhasil tangkapan akan dengan mudah didapat tanpa perlu dipancing. 
Bukankah diantara kita melihat sendiri, baik itu laki-laki ataupun perempuan. Melihat teman sepermainan kita atau orang yang kita kenal, sejara implisit telah tersirat dan seolah-olah itu masuk dalam benak kita bahwa dia adalah perempuan yang nikah-able, tidak mungkin mendekatinya dengan pacaran ala abg. Atau laki-laki itu jelas tidak akan mendekati perempuan sembarangan.
Itulah yang aku dan temanku sepakati disebut sebagai, “posisi"
Dalam pertemanan antara laki-laki dan perempuan, kita harus meletakkan posisi kita dengan jelas. Aku dan temanku telah memposisikan diri dalam golongan anak-muda-yang-tidak-pacaran, oke posisi kami ada disitu. Dan dalam sepanjang pertemanan aku merasa tidak satupun laki-laki yang berani macam-macam ngegombal aneh-aneh, pegang sembarangan, ngajak jalan berduan, modus dan sejenisnya kepada teman perempuanku itu. Pada saat yang sama pun temanku ini ramahnya setengah mati kepada setiap orang. Pun dia laki-laki, dan tak satupun laki-laki merasa ter-PHP kan oleh kebaikannya.
- kutipan dari tulisan Kurniawan Gunadi,  Posisi Diri

Ya begitu lah :)
Setelah saya baca tulisan beliau, saya jadi ingat dengan tulisan saya yang mirip (tapi lebih fokus pada posisi diri muslimah), yang berjudul Dua Pilihan . Pada akhirnya memang kita yang memilih posisi diri ini, kan? :)

Selasa, 06 Agustus 2013

Mencari yang Sholih

0 comments


Jika berbicara tentang kriteria, setiap ditanya, saya selalu menjawab, “saya ingin dipimpin oleh lelaki sholeh". Tidak perlu diragukan, siapa yang tidak ingin dipimpin oleh lelaki sholeh? Semua wanita normal, berakal, pasti sangat mengidamkan, pemimpinnya kelak akan menjadi teladannya, dan teladan bagi anak-anaknya.

Yang menjadi pertanyaan adalah, “suami/istri sholeh yang bagaimana?". Bukankah itu sangat relatif? Berbicara tentang kesholehan, berarti berbicara tentang keikhlasan. Bagaimana cara menilai seberapa ikhlasnya seseorang dalam setiap perbuatannya? Wallahu a’lam. Tidak ada yang tahu, selain Allah.

Bagaimana mungkin kita menilai seseorang sholeh atau tidak, sedangkan kita pun penuh kekurangan. Ini menjadi dilema.

Hingga saya terus mencari, terus membaca. Mencoba menyimpulkan dan menjawab pertanyaan saya sendiri, “bagaimana mencari yang sholeh?"

Setelah baca sana sini, terinspirasi dari berbagai macam sumber, dari orang-orang hebat di luar sana, dan dari berbagai peristiwa hidup yang saya lewati. Saya membuat rumus simpel :

1. Saya harus yakin, kesholehan seseorang itu hanya Allah yang Maha Mengetahui

2. Mencoba lihat kesehariannya : Jika ia lelaki, cari yang paling berusaha menyontoh Rasulullah SAW, dalam hal apapun. Kalo saya pribadi, saya lihat sholatnya. Lelaki yang mencintai Rasulullah, akan selalu mengusahakan sholat di awal waktu dan berjamaah di mesjid. Jika ia wanita (mencari istri sholihah), maka pilihlah yang tertutup auratnya. O:D

3. Memantaskan diri. Bagaimana mungkin bertemu dengan “yang sholeh" tapi kita sendiri masih jauh untuk berusaha menjadi sholeh. Seperti Newton bilang : aksi = reaksi. Dan tentu seperti yang tertera jelas di Al-Qur’an, lelaki baik akan dipasangkan dengan wanita baik, begitu pula sebaliknya.

4. Berdo’a. Allah Maha Mengetahui dan Allah adalah sebaik-baiknya pengatur skenario hidup. Mintalah pada Allah dalam tiap-tiap do’a kita. Karena kemampuan manusia sangat terbatas. Manusia hanya mampu melihat kebaikan-kebaikan yang jelas terlihat. Maka berdo’a lah agar diberi petunjuk.

Selalu ada wanita baik untuk lelaki yang tidak pernah lelah untuk memperbaiki diri. Dan selalu ada lelaki baik untuk wanita yang tidak pernah lelah untuk memperbaiki diri.


Arnova Reswari

Minggu, 04 Agustus 2013

Teman Ngobrol Seumur Hidup

0 comments
sumber : ardisaz.wordpress.com

"Jika kecantikan yang membuatku menyukai seseorang dan kemudian menjadikannya teman hidup, bisa jadi umurnya tidak lebih lama. Kulit itu akan mengkerut menjadi jelek, mata itu akan sayu, suara itu akan menjadi keras. Lalu apa yang aku cari, kecantikan itu akan dimakan waktu.
Seorang arif-bijaksana yang entah saya temui dimana bersabda : Kelak ketika kamu sudah tua, kamu hanya bisa ngobrol, maka menikahnya dengan orang yang asik diajak ngobrol.
Sabda yang agak ngawur ini tidak saya pertimbangkan sejauh ini karena kecantikan jelas nampak di depan mata. Tapi lama-kelamaan saya berpikir, benar juga adanya. Kelak ketika saya sudah tua dan dia juga tua tentu saja, kami berdua hanya bisa bicara. Tentu saja memiliki teman bicara yang asyik-berilmu-berbobot-dan jenaka bisa membuat hari tuaku lebih hidup. Setiap hari ngobrol mengenang masa-masa muda tanpa bosan, habis shalat ngobrol, bangun tidur ngobrol, mau tidur ngobrol, jalan kaki sambil ngobrol, ngasuh cucu juga sambil ngobrol. Pembicaraan kami hanya dimengerti oleh kami berdua."
- Kurniawan Gunadi, dalam tulisannya Teman Ngobrol Seumur Hidup

Sabtu, 03 Agustus 2013

Cinta Tapi Diam

1 comments
sumber : weheartit.com


Tulisan ini saya dapat dari tumblr-nya Detin. Ini adalah tulisan yang lahir dari 2 orang adik manis saya, yang hobinya adalah galau nikah  dan menginspirasi, Detin dan Hanysa. Tetap menginspirasi, dik! O:)

"Tidak saling mengenal itu bukanlah batas"
Ini adalah masalah menjaga hati. Tentang masing-masing kita di tempat yang berbeda.
Ada banyak jenis kisah cinta. Ada yang saling mengenal, berkawan sejak lama, hingga akhirnya berjodoh, ini namanya jodoh dari masa lalu. Ada yang berusaha mencari masa depan, tapi selalu terikat masa lalu. Ada yang benar-benar keluar dari zona lampau, dan akhirnya terdampar di cinta masa depan. Banyak.
Ada juga yang seperti ini : 
Seseorang -kita sebut saja fulan- mencintai orang yang bahkan tidak mengenal dirinya. Fulan merasa nyaman dengan keadaan ini, karena ia pikir tidak semua orang bisa sepertinya. Katakanlah, bahwa orang yang disukainya adalah orang penuh kharismatik. Maka fulan memutuskan untuk mencintai, tapi diam.

Keuntungan mencintai seseorang yang subhanallah, tapi tidak saling mengenal,

1. Membuat fulan semangat meningkatkan kualitas diri, untuk bisa -setidaknya- menjadi pantas. 
2. Tidak muncul hal-hal yang tidak diperbolehkan agama -misal karena sudah kenal, jadi hubungan via chatting, sms an, dll dll. 
3. Kalau ternyata dia jodoh fulan, maka hal ini adalah yang menggembirakan hati
4. Jika ternyata tidak berjodoh, maka nothing to lose…itu artinya kualitas fulan belum sebanding sama doi.

Karena pada akhirnya, cinta akan bertemu pada sesuatu yang tepat. Kualitas yang tepat, waktu yang tepat, dan tentu pada orang yang tepat.

Bahagiakan Dia

0 comments

Kita tidak bisa membuat semua orang bahagia. Pasti selalu saja ada yang tidak senang dalam tiap keputusan yang kita ambil. Kadang, memang seperti tidak adil. Bukankah hidup memang seperti itu, ada pro dan kontra? Maka, prioritaskan untuk membahagiakan Allah, ketimbang yang lain. Karena saat Allah bahagia karena kita, dibenci yang lain pun tak apa.
-Arnova Reswari
3 Agustus 2013

Jumat, 02 Agustus 2013

KONSLET

0 comments
"Ia lelaki yang baik. Lewat sms ia nyatakan cintanya. Lewat tutur lembut, ia ucapkan bahwa ‘aku lah satu-satunya yang dicintainya’. Aku nyaman berada di dekatnya. Kami tidak mau berbicara tentang nanti. Apalagi berbicara tentang pernikahan. Tidak. Nanti saja. Aku masih terlalu muda membahas tentang itu. Aku juga tidak terlalu galau untuk merencanakan hal itu secepat itu. Aku dan dia, hidup untuk hari ini.

Begitulah kisah cinta kami. Indah untuk hari ini.
Aku yakin dia mencintaiku.
Terbukti dengan kalimat-kalimat romantisnya."

***

Ada beberapa kata yang “konslet" dari kalimat di atas. Perlu kau tau, ladies..

1. Jika ia lelaki yang baik, ia tidak akan mengajak mu pacaran. Hey ladies, lelaki yang baik tidak akan pacaran

2. Obralan cinta semacam itu mudah banget diucapkan. Apa gunanya obral cinta tanpa bukti keseriusan.

3. Membicarakan pernikahan bukan bahasan manusia-manusia galau. Justru itu adalah pembahasan manusia cerdas yang berfikir matang dan ke depan.

4. Menilai seorang lelaki, jangan hanya lihat “bagaimana ia hari ini",  tapi lihat “bagaimana ia di masa depan". Bagaimana cita-citanya, visi misi hidupnya.

5. Hidupmu terus berjalan. Malaikat maut selalu mengikutimu tanpa absen. Dan itu pasti. Siapa yang menjamin pacarmu akan menjadi suamimu kelak? Siapa tau malaikat maut mencabut nyawanya atau bahkan nyawamu sebelum kalian menikah nanti.

6. Hidupmu terus berjalan. Orang-orang lalu-lalang di sekitarmu. Siapa yang menjamin hatinya terus terpaut padamu? Siapa yang menjamin kesetiaan cinta fana kalian?

7. Tidak ada jaminan untuk hubungan kalian. Tapi, murka Allah pasti didapatkan.

8. Jika memang benar ia cinta, maka suruh ia menikahimu (jika ia sudah mampu). Namun, jika belum, suruh ia bersabar dan berpuasa.

9. Jangan pernah meragu akan janji-Nya. Bahwa Allah sudah berjanji bahwa wanita baik, akan dipasangkan dengan lelaki yang baik. Jika ia baik untuk mu, Allah akan simpan ia untukmu. Jika ia tidak baik untuk mu, tentu Allah akan carikan yang lebih baik dari-Nya.
Karena Allah adalah sebaik-baiknya pembuat rencana. ^^


2 Agustus 2013,
Arnova Reswari

Minggu, 21 Juli 2013

Pacaran, Selingkuh, Jatuh Cinta lagi (?)

0 comments

sumber gambar ; weheartit.com

Melihat beberapa kisah di sekitar saya, seminggu terakhir..
izinkan saya mengabadikannya disini. Semoga tidak hanya menjadi pembelajaran bagi saya, tapi juga bagi teman-teman yang sempat singgah kesini.

Ketahuilah, yang namanya pacaran, penuh ketidakpastian.
Jadi, jangan pernah salahkan pacar mu yang selingkuh atau yang tiba-tiba jatuh cinta pada wanita lain. Tidak ada yang salah padanya. Kalian kan belum terikat status halal apapun. Begitulah pacaran. Sekali dirimu menerimanya dengan mudah, maka bersiaplah kecewa atas kepergiannya yang juga mudah.

Jadi, jangan salahkan siapa-siapa. Namun, jika saya boleh memberi nasihat, salahkanlah dirimu sendiri yang dari awal “sengaja" menutup mata atas fakta tersebut.


Arnova Reswari

Rabu, 10 Juli 2013

Ramadhan di Rumah Baru Kami

1 comments
Assalamu'alaykum, izinkan saya sedikit bercerita tentang Ramadhan yang Insya'Allah lebih seru dan lebih hebat dari tahun lalu ;D

Ramadhan tahun ini, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Hampir sebulan dihabiskan puasa di tanah orang, dan dengan orang-orang yang sangat berbeda dari sebelumnya. Ya, bulan ini (Juli), yang juga bertepatan dengan bulan Ramadhan, saya harus mengikuti Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) di sebuah desa kecil di kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Ramadhan kali ini saya habiskan di sebuah rumah, rumah yang cukup besar dengan 19 orang penghuni yang baru saja mengenal dalam 2 bulan terakhir.

Mengingat 1 bulan penuh akan tinggal 1 rumah (11 cewek dan 8 cowok) dengan hanya 1 kamar mandi dan 2 kamar tidur, membuat saya sangat malas membayangkan KKNM. Kultur berbeda, agama berbeda, karakter berbeda, dan latar belakang pun berbeda. Terlebih lagi membayangkan saya satu-satunya akhwat yang berjilbab panjang di kelompok tersebut. Entah kenapa, terkadang saya merasa cupu dan berbeda dari semuanya. Terkadang lagi, saya merasa sulit beradaptasi dengan style teman-teman yang lain. Namun, setiap pikiran-pikiran negatif itu timbul, buru-buru saya hapus dan segera saya buang jauh-jauh. Insya'Allah, semua akan baik-baik saja. Saya berusaha menyadarkan diri saya yang lemah ini bahwa ini adalah salah satu takdir indah Allah buat saya, takdir pertanda sayang Allah pada saya. Insya'Allah Ramadhan kali ini benar-benar akan berbeda dan lebih seru ;')
"Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu.." -Q.S Al-Baqarah  153

Allah benar, kuncinya hanya 2, sholat dan sabar. Sabar menghadapi tingkah laku 18 teman-teman yang berbeda satu sama lain, sabar dengan asap rokok mereka, sabar dengan musik remix yang super kencang mereka, sabar dengan suara gitar mereka, sabar untuk waktu menyediri saya yang hampir seluruhnya tercuri karena harus supel dan mencoba mengakrabkan diri dengan yang lain. Satu lagi, perbanyak sholat, terutama sholat malam, mendo'akan semuanya.
 
Nahnu nuqaatil an naas bil hubb, begitu kata Hasan Al-Banna. Takhlukkan mereka dengan cinta, do'akan mereka dengan cinta. Seperti cara Rasulullah dulu berdakwah. Jangan pernah lelah untuk berbuat baik, jangan lelah dan merasa kalah saat harus mengalah. Rebut hatinya dulu. Semua itu saya aplikasikan dengan setiap hari selalu bagun paling awal dari yang lain, selalu mencoba membantu apapun yang bisa saya bantu. Memberanikan diri membangunkan mereka untuk sholat subuh, kemudian perlahan-lahan mengajak tilawah. Terus saya lakukan. Kebetulan dalam satu kelompok, saya punya 3 orang teman dari fakultas yang sama. Alhamdulillah mereka adalah 3 teman yang sholih dan sholihah. Terdepan juga dalam sholat dan tilawah, Subhanallah. Bangga punya teman seperti mereka ;')

Kebaikan yang awalnya hanya dalam lingkup kecil, menjadi semakin besar dan semakin besaaar. Allah Maha Kuasa, kurang dari 1 minggu, Allah mengubah keadaan rumah kami. Pada hari pertama bulan Ramadhan ini, perubahan semakin besaaaaar sangat terasa. ;') Di awali dengan semangat kami untuk sholat tarawih di mesjid tadi malam. Teman-teman kami yang non-muslim, juga sangat mendukung dan menghormati. Alhamdulillah.

Allah Maha Kuasa, lantunan ayat-ayat suci-Mu indah terdengar di rumah kami Ya Allah. Semuanya semangat menyambut bulan suci ini. Bersemangat untuk sholat berjama'ah, memperbanyak tilawah dan saling mengingatkan satu sama lain. Beberapa orang dari kami juga membuat target Ramadhan (yang Insya'Allah targetannya lebih baik dari tahun kemarin ;D ). AllahuAkbar!

Saya selalu berharap, semoga semangat ini terus mengalir di rumah ini. Semangat untuk selalu berbuat baik dan mengingatkan satu sama lain.

ya, Begitulah Ramadhan di Rumah Baru Kami ;)

ps ; Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba artikel Ramadhan komikmuslimah.blogspot.com , semua gambar juga diambil dalam blog komikmuslimah.blogspot.com

Sebaik-baik wanita ...

1 comments
Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan dipandang - Aisyah ra.  

Gambar di atas, adalah hasil coretan saya di sebuah buku pribadi. Hehe, akhir-akhir ini saya suka banget ngegambar terus disampingnya ada tulisan yang menurut saya "indah", dan sayang kalo engga dibagi buat semua orang.^^

Biasanya tulisan tersebut buat pengingat diri saya sendiri yang sering banget lalai. ^^ Saya jadi inget ucapan seorang sahabat baik. Beliau bilang, sebaiknya akhwat ga usah naro foto di foto profil fb/twitter dan semacamnya, ga berguna. Sebaiknya akhwat ga usah terlalu eksis, malah kalo bisa jadilah "yang tidak terlihat, tapi efek/kebermanfaatannya besaaaaar". Dan kemudian, mengingatkan saya pada 'Aisyah r.a tentang ucapan Beliau, bahwa sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan dipandang. ^^

 

Rabu, 26 Juni 2013

ISLAM sehari-hari

2 comments
Yang penting yang terabaikan ..
Pertama kali saya liat cover buku baru vbi_djenggotten udah ngebayangin isinya pasti seru dan layak banget dibaca. :D Dan ternyataaaa, 100% dugaan saya benar! Buku ini berisi tentang hal-hal penting, sesuatu yang salah yang akrab dengan kehidupan kita sehari-hari, dan kesalahan itu malah dianggap lumrah. Sedih ya. Ironi tepatnya. 

Mas Vbi_djenggotten berhasil membawakan sindiran-sindrian halus terhadap masyarakat kita. Ya, ummat muslim di Indonesia. Ummat Muslim yang katanya sih tergolong  terbanyak kuantitasnya di dunia. Penyampaian dakwah melalui hadits Rasul nya juga ngena banget. :')

Temen saya bilang, "pokoknya seluruh muslim di Indonesia harus baca!" Bener banget sih. Nih ya saya kasih bocoran, buku ini penuh dengan pemaparan kondisi ummat Islam masa kini yang semakin miris dan mengiris. Pasti teman-teman yang sudah membaca akan mengangguk-angguk, meng-iya-kan segala fenomena yang menyedihkan, yang ada di komik ini.

Fenomena-fenomena simpel, yang sudah dianggap biasa saja, padahal salah banget. Misalnya tentang orang yang mengambil tanah seenaknya, padahal itu adalah tanah buat trotoar, buat pejalan kaki, malah diambil buat urusan pribadi (misalnya jualan nasi goreng di trotoar). Kan kasian pejalan kaki, kasian pengendara mobil dan motor, berakibat macet deh. Tentang rokok, tentang penilangan motor di jalan, dan berakhir dengan damai pake uang (: , tentang aurat wanita yang dimana-mana ada, tentang foto pre-weddding :p , tentang kebiasaan makan pake tangan kiri, tentang punuk unta dan fashion jilbab :p , tentang tato adalah seni, tentang ucapan Insya'Allah, sumbangan mesjid di tengah jalan (dan semakin marak pas bulan Ramadhan -_-), tentang mencela makanan :D (jadi inget salah satu channel TV yang ada tayangan koki-koki gitu, terus makanannya dihina-dina. Padahal ratusan orang di jalanan kelaparan, Bung!).

Yang paling saya suka adalah ... :D
tentang sindiran pada mereka yang bergelar haji (^_^). Padahal kan Haji adalah rukun islam ke-5 ya. Kalo haji dijadiin gelar, harusnya juga ada gelar syahadat, gelar sholat, gelar puasa, gelar zakat. :D Lucu ya. Rasulullah aja ga ada gelar haji deh, sahabat Rasul juga gitu. Orang Indonesia, sekali naik haji aja langsung bergelar :D

Terus tentang perayaan Isra' Mi'raj yang hanya jadi tradisi belaka. Hilang makna. Saat ceramah, pada tertidur. Pas edisi ramah tamah (makan-makan :p) pada semangat. Tapi teteeeup sholatnya masih bolong-bolong. -_-



Simpel, sering diremehkan.
Malah dianggap biasa.
Padahal Rasulullah telah menyontohkan kita akhlak-akhlak yang seharusnya ada pada seorang muslim.
Yuk kembali pada Al-Qur'an dan Hadits.

Mari koreksi diri ! :(
H-13 Ramadhan ...
 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template