Kamis, 31 Januari 2013

Al-Hasyr

3 comments
Saat bacaan saya sampai pada surah Al-Hasyr, 3 ayat terakhirnya mengingatkan saya pada seorang teman nun jauh disana. Seorang teman, yang menurut feeling saya, sangat menyukai ayat-ayat tersebut. Saya cuma nebak sih :p , soalnya setiap beliau menjadi imam dan saya sebagai makmum-nya, beliau sering melantunkan 3 ayat terakhir dari Q.S Al-Hasyr ini. Hingga lama kelamaan, tiap-tiap kata demi kata sepertinya semakin familiar di telinga saya. Hingga diam-diam saya hafal secara tidak sengaja.

Hingga suatu hari saya penasaran, apa arti dari 3 ayat tersebut .. (?)

Ternyata artinya berisi nama-nama Allah. Asmaul Husna. Indah sekali.

"Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Maharaja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."
-Q.S Al-Hasyr : 22-24

Allah. Allah. Allah..



ps : ngomong-ngomong soal Asmaul Husna, saya jadi inget dulu sering banget melantunkannya sama Juwairiyyah dan temen-temen kelas IX B. Dulu, di SMP :D

Sabtu, 26 Januari 2013

Akar

0 comments
mypinkvalentine.tumblr.com
Keikhlasan bagai akar yang gigih menembus tanah yang keras, mencari air dan menopang batang pohon di atasnya.
Ketika pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah, segar, semerbak ranum, menampilkan eloknya pada dunia dan mendapatkan pujian.
Akar tetap tidak iri,
ia tetap bersembunyi dalam tanah.

Itulah makna dari sebuah ketulusan dan keikhlasan hamba yang memiliki perpaduan tekun, sabar, tegar, tulus dan ikhlas, bagaikan Akar.
Merekalah pejuangnya para pejuang, yang takkan surut langkahnya oleh beratnya masalah dan cobaan.
Merekalah ksatrianya para ksatria, yang takkan padam semangatnya hanya karena kurangnya perhatian penghargaan manusia.
Bagi mereka, ALLAH SWT segala-galanya.
Wakafa billahi Syahiida..

*sebuah SMS tausyiah hari ini :)

Sabtu, 19 Januari 2013

Cabang-cabang cinta

0 comments

sumber : http://www.kampungnet.com.sg/aggregator/categories/1

Sewaktu masih kecil, Husain (cucu Rasulullah SAW) bertanya kepada ayahnya, Sayidina Ali ra : "Apakah engkau mencintai Allah?"
Ali ra. menjawab : "Ya"
Lalu Husain bertanya lagi, "Apakah engkau mencintai kakek dari ibu?"
Ali ra. kembali menjawab : "Ya"
Husain bertanya lagi, "Apakah engkau mencintai ibuku?"
Lagi-lagi Ali ra. menjawab, "Ya",

Husain kecil kembali bertanya, "Apakah engkau mencintaiku?"
Ali ra. menjawab, "Ya".
Terakhir Husain yang masih polos itu bertanya, "Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?"
Kemudian Sayidina Ali ra. menjelaskan, "Anakku, pertanyaanmu hebat! Cintaku pada kakek dari ibumu (Rasulullah SAW), ibumu (Fatimah ra.) dan kepada kamu sendiri adalah karena cinta kepada Allah. Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah SWT"

:)
*diambil dari Cinta Seorang Ali


Kamis, 17 Januari 2013

Manusia, bukan Malaikat

0 comments

"Ih Qiyadah, tapi kok gitu? Ga bisa jadi contoh.. dan lalalalala bla bli blu.. Pantas aja kerjanya ga bener"

Ucapan yang sering terdengar di sekitar kita (kira-kira seperti itu kali ya kalimat ngomelnya :p). keluh kesah, kesal, kecewa sering kali terucap dari seorang jundi terhadap qiyadah-nya. Ya, saya pun baik dulu dan sekarang juga seorang jundi. Bahkan tidak sekali saya mengomentari Qiyadah yang begini dan begitu, dan segala problematikanya.

Namun, setelah saya pernah duduk di posisi mereka, saya sadar, kemudian perlahan menjadi malu. Semua ucapan yang saya kritik saat menjadi jundi (dan semua solusi versi saya, yang dulu pernah saya lontarkan), ternyata sulit untuk saya wujudkan saat menjadi seorang qiyadah. Seperti tercekik oleh ucapan sendiri. Sakit sekali.

Pada akhirnya saya merenenung atas kinerja saya dulu. Untuk apa saya bekerja? Untuk diri sendiri? untuk organisasi? untuk qiyadah? Saya lupa, menyelipkan-Nya di niat saya. Berujunglah semua pada kelelahan yang panjang. Penyesalan yang tak terlupakan. Miris sekali. Saya lupa mencari perhatian-Nya terhadap kerja saya. Dan hanya menuntut hasil yang nyata, yang hanya bisa jelas-jelas terlihat oleh mata.

Padahal Dia (Allah), tidak pernah tidak melihat kinerja saya. Ia tetap senantiasa membimbing saya agar lebih mendewasa dalam segala problematika, baik dalam organisasi, akademik, dan dalam samudera hidup yang amat luas ini. Allah .. Allah .. Allah.. Seperti janji-Mu,
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Balik lagi pada topik qiyadah, ya qiyadah kita itu manusia. Dan manusia itu tidak pernah lepas dari cacat dan segala kelemahannya sebagai manusia, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Ia bukan malaikat. Ia manusia, yang tak akan pernah lelah digoda, dan tergoda.

Tugas kita adalah, sebagai jundi yang baik, mengingatkan dengan kasih sayang, mendoakan dalam diam, dan bekerjalah untuk Allah agar tak mudah lelah.

Jadi, berhentilah mengeluh wahai pemuda pemudi ! :D

Selasa, 15 Januari 2013

Beginilah Jalan Da'wah Mengajarkan Kami

0 comments

"Kami ingin menjadi batu bata dari bangunan da'wah yang agung ini. Sebuah banguan yang telah dirintis oleh para anbiya dan orang-orang shalih. Bangunan da'wah untuk menyeru manusia untuk kembali ke jalan Allah SWT.

Keberadaan kami di jalan ini adalah karena kehendak kami untuk ambil bagian dalam bangunan besar ini. Maka, sebagaimana proses membangun sebuah bangunan pada umumnya, tukang batu pasti akan memilah-milah batu bata mana yang akan ditempatkan pada bangunannya. Tak semua batu bata diletakkan pada posisi yang tinggi, dan tidak juga semuanya harus ada di bawah. Bahkan terkadang si tukang batu, akan memotong batu bata tertentu jika dibutuhkan untuk menutup posisi batu bata yang masih kosong guna melengkapi bangunannya."

-Muhammad Lili Nur Aulia, Beginilah Jalan Da'wah Mengajarkan Kami

Senin, 14 Januari 2013

campur tangan-Nya

0 comments
Atas apapun yang telah diperjuangkan,
atas apapun yang telah diusahakan,
saya percaya, semua itu semata-mata tidak akan pernah lepas dari campur tangan Allah.
Maha Kuasa atas segalanya.
Maka, segala puja dan puji hanya pantas diucapkan untuk-Nya.
Alhamdulillah

-Arnova Reswari, menjelang Maghrib di Jatinangor :)

Senin, 07 Januari 2013

0 comments
Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang ummat yang kau cintai
-Ustadz Rahmat Abdullah

The Geography of Bliss : Negara mana yang paling bahagia?

0 comments

Berawal dari niat tulus saya yang ingin menyelamatkan Naf dari segala godaan buku-buku-yang bisa mengoyahkan imannya untuk berpaling dari belajar SOOCA-, dan akhirnya pun saya ikutan terjebak pada godaan buku-buku tersebut :'""'). Naf sudah menasehati padahal, 'kamu jangan ikutan terjebak Nov!' Namun, pagi ini saya ter-jebak! Hihihi :p

Berawal dari seorang Eric, seorang jurnalis, yang ingin melihat dunia. Mencari yang namanya "kebahagiaan". Beliau berusaha mencari tempat-tempat dimana banyak orang bahagia, dengan pergi membawa tas punggung dan buku catatannya dari 1 negara ke negara lain. Beliau mencoba mendeskripsikan arti bahagia dari tiap-tiap negara yang Ia kunjungi. Mulai dari berkunjung ke Belanda, Swiss, Bhutan, Qatar, Islandia, India dan Amerika.

Saya ga berani baca semua. Sesungguhnya saya takut semakin jatuh tergoda untuk membaca lebih lama. Sebaiknya jangan. Karena tepat 7 hari lagi, akan ada S**CA! (~"-.-)~

Tertarik dengan tempelan warna-warni yang ditempel sama Naf di beberapa halaman buku, tentang Swiss dan kebahagiaan orang-orang disana. :"". Swiss, kebahagiaan adalah kebosanan. Orang Swiss yang menyenangkan, netral, membawa pisau tentara, memakai arloji (sesungguhnya ini Arnova banget X"D, arloji-dependent!), dan makan cokelat. Orang Swiss-yang sepertinya rendah hati, tidak sombong dan tidak suka membuat iri.

"orang Swiss bahagia karena mereka benar-benar berusaha untuk tidak menimbulkan iri pada orang lain. Secara naluriah, orang Swiss tau bahwa rasa iri adalah musuh besar kebahagiaan.." -halaman 60

"Cara Amerika adalah : Anda punya, pamerkan. Cara Swiss adalah : Anda punya, sembunyikan.." - halaman 61

Berbeda dengan Amerika, Kebahagiaan adalah rumah. Amerika Serikat adalah satu-satunya bangsa di dunia ini yang mempunyai tujuan kebahagiaan dalam dokumen pendiriannya, begitu yang tertulis di buku ini. Negara adidaya, yang siapa sangka, ternyata dalam perjalanannya Eric menemukan kesimpulan, banyak uang tidak linier dengan bahagianya seseorang. Terbukti dengan, jika dilihat dengan kasat mata, sepertinya Amerika punya segalanya. Namun AS bukan negara paling bahagia di dunia, salah satu survei membuktikan AS mendapat urutan ke-23 sebagai negara bahagia.

Jadi, di Amerika, kebahagian itu adalah rumah. Orang-orang disana pindah dari satu tempat ke tempat lain. Mereka mencari tempat, yang mereka sebut surga. Surga adalah sasaran berpindah-pindah. Orang-orang yang diwawancarai oleh Eric, banyak bercerita tentang sebuah kota yang bernama Asheville. Menurut mereka, disana mereka merasa bahagia, menemukan surga. Mereka suka kelembutan udaranya, seakan-akan udara yang berhembus itu mengelus-elus kulitnya. Ada yang istimewa di Asheville, begitu katanyaaaa.  Boleh saya menyimpulkan? Sepertinya, rasa rindu orang-orang America pada Asheville itu ibarat orang-orang Jakarta yang merindukan puncak setiap akhir pekannya. Ya, mereka mencari ke-tenangan!  Mungkin. 
***

Keren, buku ini membuat saya ber-imaginasi, imaginasi tentang berkeliling di bumi Allah yang sangat amat luas ini. tentang perjalanan yang membahagiakan. Bertemu berbagai jenis watak dan peradaban. dan tentang memetik hikmah di setiap kesempatan~ :)
 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template