Senin, 04 Februari 2013

Pesan Seorang Anak

Selamat datang hari pertama semester 6, GastroInstestinal System (GIS). Ya, hari pertama, biasanya sih saya masih denial gitu, ~(-.-")~ tapi saya mencoba mendewasa dengan menyikapi dengan hati yang lapang terhadap 4 sistem menuju Sarjana Kedokteran ini, Aamiin. Bismillah, meski jadwal semakin padat merayap, tapi semangat tetap membara ! x'D

Yak, kembali ke jalan yang lurus, -..-"
Postingan kali ini adalah hasil keisengan saya di atas udara (baca : dalam penerbangan Jakarta-Jambi). Saat itu saya sedang membaca majalah edisi bulanan yang biasanya dibuat oleh maskapai tersebut. Saya tertarik dengan sebuah artikel yang berjudul sama dengan judul postingan saya kali ini.

Isi artikel tersebut berisi tentang ketakutan-ketakutan orang tua terhadap anaknya, takut tak bisa menjadi yang terbaik, takut tak bisa memenuhi segala kebutuhan anak, takut tidak bisa mendidik anak dll.  Penulis pun merenung, dan berjalan ke masa lalunya, meresapi dirinya dulu saat menjadi seorang "anak". Hingga penulis mengambil 9 kesimpulan, yang berisi pesan anak terhadap orang tuanya. Saya yang kala itu langsung tertarik sama isi 9 pesan tersebut, lirik sana lirik sini nyari pulpen demi nulis di blog ini. Bayangkan sodara-sodara ! (O_O)9

#1. Janganlah malu bila tidak memberiku baju yang bagus, malu lah bila baju bagus itu membuat ku angkuh

#2. Janganlah merasa minder karena aku tidak bisa bernyanyi, minderlah bila aku tidak bisa bergembira ketika aku menyanyikan lagu yang riang.

#3. Janganlah menyesal bila tidak memberiku mobil yang bisa mendampingiku, menyesal lah bila tidak bisa mendampingiku dimana aku berada

#4. Janganlah merasa kalah ketika tidak bisa membelikan aku rumah, merasa kalah lah ketika aku tidak bisa membangun rumah tangga yang baik

#5. Janganlah menjadi kecut karena tidak pernah merayakan pesta meriah untuk ku, tapi merasa kecut lah ketika aku selalu berpesta pora dalam hidupku.

#6. Janganlah takut bila tidak memberi ku kursus keterampilan, takut lah bila aku tidak terampil membawa diriku dalam mengarungi kehidupan ini

#7. Jangan lah cemas bila aku tidak bisa menghitung dengan baik. Cemas lah bila aku selalu memperhitungkan hal-hal yang baik

#8. Jangan lah sedih karena tidak mengajariku ilmu yang tinggi, sedihlah bila tidak mengajari ku cara menggunakan ilmu itu

#9. Jangan lah marah bila aku masih sering berbuat salah, marah lah bila aku tidak pernah belajar dari kesalahan itu

oleh Jemy V. Confido


Dari artikel tersebut saya belajar, dari rahim manapun kita terlahir, percayalah, si pemilik rahim tersebut pasti sangat mencintai kita. Meski ia tak luput dari salah dan penuh dengan kekurangan. Jangan pernah sekali pun menyesali keadaan orang tua kita. Karena Allah telah percayakan mereka untuk membesarkan kita hingga detik ini. :)


di atas udara,
Jakarta menuju Jambi
26 Januari 2013

0 comments:

Posting Komentar

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template