Selasa, 12 Maret 2013

yang tak terucap, CIMSA FK Unpad

0 comments
Nova, makasih banyak ya Nov udah jadi HRDD hebat,
makasih atas loyalitas, buah fikiran, dan keterbukaan untuk mengkritiknya.
Makasih atas bocinya yang nambah bahan bully-an untuk bikin opi jadi akrab.
Maaf banget kalo dalam berjalannya kepengurusan aku masih banyak banget kurangnya,
aku belajar banyak banget dari Nova,
bangga dan bersyukur banget CIMSA Fk Unpad dikasih HRDD kayak Nova :)
Makasih banyak ya Noov,
Selamat Istirahat.
Selamat berkembang di tempat mu sekarang :)

11 Maret 2013, 22:36 :03 pm
Nanda Fitri Wardani
Local Coordinator CIMSA FK Unpad 2012-2013

***
Lemahnya saya, saya tidak ekspresif menggambarkan kesedihan, seperti tangisan ketua saya sore itu. Ekspresif untuk hal-hal yang ceria itu lebih menyenangkan ketimbang memperlihatkan kesedihan yang saya derita. Cukup saya saja yang tau, hehehe :p

Saya boleh jujur tidak? sesungguhnya saya tidak bisa mengucapkannya secara langsung, lidah ini begitu hobi berbelit-belit tapi InsyaAllah setiap ketikan jari jemari ini, jujur dari hepatosit (baca : sel-sel hati) saya kok. Saya sayang banget sama CIMSA.

Baca sms dari Nanda di atas, bikin saya nangis tidak karuan sendiri di kamar. Hingga saya memutuskan menelpon beliau dan bilang sejujurnya isi hati saya. Saya seperti seorang pria yang malu-malu, menyatakan isi hati saya secara gentle. Tapi saya lega, Nanda udah tahu isi hati saya setidaknya.

Semoga Allah ampuni segala keluhan dan omelan-omelan saya selama bekerja setahun lalu buat CIMSA. CIMSA tidak seperti yang mereka judge kebanyakan. Berhentilah wahai mulut-mulut nakal yang tidak bertanggung jawab men-judge! Saya belajar banyak dari CIMSA. Meski secara tekhnis kami banyak kekurangan, tapi niat kamu tulus untuk mengembangkan potensi mahasiswa kedokteran, terutama untuk daerah kami Jatinangor, untuk almamater kami, FK Unpad. Kami bukan sekedar murid-murid hedon yang berkumpul, tertawa dan bermain sesuka hati tanpa batas. Jangan sekali-kali kalian men-judge CIMSA seperti itu, jika kalian tidak mau saya tampar dengan ucapan tajam saya, yang bisa saja mematah-matahkan ucapan tersebut. Saya tak kenal CIMSA sejak dulu, saya hanya kenal CIMSA sejak saya tahun 1 dulu, tahun 2010. Bagaimana pun kata orang sejarahnya, saya tidak peduli, toh itu cuma sejarah. Tidak ada yang perlu diperdebatkan dengan sejarah, itu masa lalu. Yang saya tahu selama 3 tahun ini, saya banyak belajar dari CIMSA. Dengan lebih dan kurangnya CIMSA , ada banyak kader yang berkembang dan lahir dari kaderisasi CIMSA.

Keep shining, CIMS ! :D
Kalo kata Juju, "kami pergi hanya sementara, kami pergi, untuk berkumpul kembali nanti".

Minggu, 10 Maret 2013

Proses Upgrading dan Assessment dari Allah

0 comments
Orang bilang, semakin tinggi suatu pohon, semakin kencang pula angin yang menerpanya. Angin yang akan senatiasa istiqomah menumbangkannya.

Setiap kali saya melihat muka-muka cerah anak-anak yang seperti kucing, lucu sekali, seolah-olah mereka hidup sangat nyaman. Tanpa beban. Saat diberi mainan, mereka bermain, saat lelah mereka tertidur, saat lapar mereka akan minta makan, saat mainannya diambil, mereka akan menangis. Tidak ada gejolak batin yang begitu berarti mungkin ya. Semua mengalir seperti air.

Seiring bertambahnya usia, pikiran mulai kompleks. Kontaminasi dari paparan luar rumah yang begitu menghantam, membuat hidup tak sesantai di masa lalu. Mulai muncul konflik yang mungkin suatu hari "konflik" itu akan jadi bahan tertawaan di masa depan. Ya, begitu lah dunia, begitu lah hidup. Fitrah manusia itu memang lemah. Jauh sedikit saja dari Tuhannya, ia tak berdaya.

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman", dan mereka tidak diuji?" -Q.S Al-'Ankabut : 2

Ternyata hanya dengan berucap "Kami beriman", itu belum cukup. Mau dia sungguh-sungguh beriman  atau beriman (yang dipertanyakan (?)), tetap saja ujian itu datang.

Ujian itu ibarat suatu bentuk upgrading dari Allah. Cara menyelesaikannya? ya harus dilewati. Mau tidak mau, harus dilewati, karena mau berbelok kemana pun, tetap saja akan ada ujian. :D Akan tetapi Muslim yang baik punya cara elegan dalam menghadapi ujian, salah satunya sabar dan percaya bahwa Allah tidak akan menguji seseorang diluar kemampuan orang tersebut".

"Allah  tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya."
-Q.A Al-Baqarah : 286

Ujian itu juga proses penyeleksian Allah. Bukan kah di ujian sekolah (baca :UTS, UAS), dilaksanakan agar dosen tau siapa yang paling pintar di antara murid-muridnya? Begitu pula ujian kehidupan, santai saja, Allah sedang menilai dan menyeleksi kita. Memisahkan orang-orang yang benar dan orang-orang yang berdusta.

"Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta"
-Q.S Al-'Ankabut : 3 

Lalu, huff ..
Sebelum kita menari hawai menggerakkan kedua tangan dan melentikkan jari jemari, sebagai tanda DEPRESI BERAT. Bagaimana caranya kita menang atas proses Upgrading dan  rangkaian Assessment yang tiada berakhir sampai hembusan nafas terakhir ini??
Mari lanjutkan baca Al-'Ankabut !

"Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
-Q.S Al-'Ankabut : 5

Terjawab sudah. :')
Sekuat apapun angin cobaan, ingat aja Al-'Ankabur : 5. Dunia ini memang tempat bersusah-susah. Maka lalukanlah sebaik yang kita bisa, demi pertemuan terindah itu.

weheartit.com
 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template