Kamis, 02 Mei 2013

Catatan Temu Nasional Negarawan Muda #1


Tanggal 26-30 April lalu, saya diberi kesempatan belajar di Provinsi tetangga. Jadi ceritanya, Seluruh Bakti Nusa (Unsri, UI, IPB, ITB, Unpad, UNS, UGM) berkumpul di Surakarta dalam rangka temu nasional. Meski awalnya ragu dan bimbang untuk pergi ke Solo dengan alasan klasik *akademik*, tapi Alhamdulillah, setelah sampai di sana, segala keraguan itu pudar, bahkan jadi lupa akademik (-__-“)

Perjalanan ini, sengaja saya tuliskan disini InsyaAllah niatnya bukan untuk pamer apalagi membanggakan diri. Sungguh saya tidak pantas untuk melakukan hal tersebut. Saya sengaja menuliskan, karena sungguh berkesan dan membuat haru. :’) Sungguh, saya sangat  bersyukur berada di antara mereka para Aktivis Muslim nan sholeh dan sholehah. :’) Mudah-mudahan segala yang saya dapatkan di pertemuan hebat tersebut, bisa teman-teman rasakan, melalui tulisan saya yang minimalis ini.

Kamis, 25 April 2013, Jatinangor
Sedikit prolog, Bakti Nusa (Beasiswa Aktivis Nusantara) adalah salah satu program dari Dompet Dhuafa, yang mendukung bidang Pendidikan. Beasiswa ini bukanlah beasiswa biasa. Ada program pembinaan di dalamnya, sehingga bagi aktivis yang menerima beasiswa ini diharapkan segala manfaat yang ia dapatkan tidak berhenti pada dirinya. Hal tersebut berkali-kali diucapkan oleh bu Nu (salah seorang perwakilan dari Dompet Dhuafa, saat bercerita pada saya dan teman-teman aktivis lainnya).

Dari Bandung, perwakilan Bakti Nusa ada 6 orang, dari ITB 2 orang (Fahmi dan Dinar) dan dari Unpad 4 orang (Naf, Khair, kang Wildan, dan saya).

Berawal dari kepergian mendadak kami (Saya, Naf, Khair). Sore itu, tepatnya sekitar pukul 17.00, saya dapat kabar bahwa keberangkatan kami ke Solo, dimajukan dari pukul 07.00 besok pagi menjadi 19.00 malam ini. Saya yang masih di kampus dan berlum packing sehelai pakaian pun, udah riweh ga karuan. ~(>_<)~ Jarak tempuh Jatinangor-Bandung (Stasiun) normalnya adalah 1,5 jam. Tentu saja kalau sore bisa-bisa jalanan dihiasi macet. Belum lagi beberes, saya tidak habis pikir bagaimana caranya menyulap diri agar saat itu bisa langsung ke Stasiun Bandung. Alhasil, kita pun naik ojek ke Cileunyi pukul 17.30 lewat. Kemudian lanjut naik taksi dengan harga agak tidak normal menuju Stasiun Bandung, wuzzzzz! Taksi pun melaju kencang sekencang palpitasi jantung kami saat itu.

Pukul 18.45, kami pun sampai di Stasiun Bandung dan bertemu Dinar (Mahasiswa ITB) *yang mukanya selalu lem-peng* :3 hehe. Pukul 19.00, kereta pun melajuuu~. Ada hal menarik yang terjadi di dalam KA, oke ini memang norak. Tapi saya terharu dengan kemahiran saya ber-wudhu di wc KA. Hiks, menurut saya itu teramat keren *abaikan.

Jum’at, 26 April 2013, Solo
Pukul 4.30, kami pun sampai di Stasiun Balapan, Solo. Solo bergitu panaaaas, subuh-subuh aja udah berasa mendidih. (-_-“) Setelah sholat, kami menunggu jemputan. Karena kami terlalu semangat, sedangkan hotel baru di-booking pukul 08.00 pagi, akhirnya kami diungsikan dulu di kosan panitia. Kosan akhwatnya keren, *lebih keren daripada kosan saya*. Ternyata itu kosan ala pesantren, yaitu setiap mahasiswi yang ngekos disana diwajibkan kuliah Islam di sana. Bisa dibilang "ada kampus di dalam kosan". Bayangkan betapa tingginya militansi akhwat-akhwat disana, kuliah di kosan dan kuliah di kampus yang sebenarnya. :D Jadi, meski kami datang pagi-pagi buta, akhwat-akhwatnya udah rame muroja’ah hafalan. 

Sekitar pukul 8, kami pun dijemput dari kosan panitia menuju penginapan. Pertualangan pun dimulai! Bertemu orang-orang baru, dengan berbagai karakter dan pembawaan yang istimewa. Setelah Ashar, pembukaan Pertemuan Nasional diselenggarakan di Aula penginapan. Tema Temu Nasional tahun ini adalah Negarawan Muda Belajar Merawat Indonesia.

Pembukaan Temu Nasional di Aula Taman Budaya Jawa Tengah


Panggung Wayang Orang Sriwedari, Solo


Setelah sholat Isya, kami bergegas menuju bus untuk pergi ke Gedung Wayang Orang Sriwedari. Katanya sih mau nonton wayang orang. Hehe, ini pengalaman pertama saya nonton wayang orang langsung dengan bahasa 100% Jawa, dan saya hanya bisa diam membisu. -_-“ Malam itu ditutup dengan ucapan Hamdalah. Meski badan agak remuk, tetapi hati tetap bahagia. Sebelum tidur, saya teringat bisikan lembut Naf sore itu…. :””)


Nikmatilah apa yang Allah kasih sekarang buat kita..


Nikmatilah. Apapun keadaannya :)

0 comments:

Posting Komentar

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template