Sabtu, 31 Agustus 2013

:)

0 comments

Ini bukan tentang harus menjadi hafidzah. Bukan pula tentang menghafal sebanyak mungkin. Ini tentang upaya menghidupkan Al-Qur'an di dalam diri, beusaha terus mencintainya hingga nanti berakhlak yang mencerminkan Al-Qur'an.

Ini tentang sebuah upaya, seorang calon istri,  yang kelak InsyaAllah menjadi seorang calon ibu, yang berusaha menghadirkan suasana Al-Qur'an di rumah barunya nanti. Tentang sebuah cita-cita besar, untuknya, untuk kedua orang tuanya dan untuk generasi-generasi yang lahir dari rahimnya. InsyaAllah.

Sabtu, 31 Agustus 2013
Mesjid Habiburrahman, Bandung

Selasa, 27 Agustus 2013

Kejujuran dan Konsekuensi Berbohong

0 comments
Betapa sulitnya untuk jujur ..

Melihat beberapa kejadian terakhir di sekita saya, saya hanya bisa bergumam, betapa mahalnya kejujuran. Alkisah, suatu hari di terminal Lewi Panjang, saya dan delegasi bakti nusa bandung akan pergi ke Bogor dalam keadaan "setengah buta jalan". Beberapa teman saya ada yang sudah pernah kesana (Bogor) memang, tapi melihat segitu banyak bis di terminal, kami rada-rada bingung juga sih

Seperti yang selalu terjadi, akan banyak penawaran di terminal. Kami pun ditawari suatu bis, yang jurusannya muter-muter, yang intinya Bandung-Bogor itu ga bisa langsung, abis dari ini ke ini dulu, dan kemudian naik ini. Alhamdulillah, ada 1 bapak-bapak (kayaknya kondektur bis lain) bilang ada jurusan Bandung-Bogor, tanpa muter-muter. Ckckck, ironi ya.

Sahabat saya bilang, "lebih baik diam, daripada harus bohong", untuk apapun perkaranya, untuk hal-hal sepele apapun. Jika memang saat ditanya, dan pertanyaan itu engga bikin nyaman, lebih baik diam atau dialihkan ke topik lain.

Saya pun berkeyakinan, kebenaran akan tetap benar. Sehebat apapun manusia berusaha menutupi kebohongannya, Allah yang akan membukakan kebenaran itu sendiri.



TIDAK hanya membiasakan

0 comments
sumber gambar : almomenoon1.0wn0.com

Membiasakan melihat hal-hal yang baik, membiasakan mengucapkan ucapan yang baik, membiasakan mendengar suara-suara yang baik, membiasakan berkumpul dengan orang-orang yg baik. Membiasakan, meskipun mendengar, mengucapkan, melihat yang baik dan menjadi orang baik itu tidak akan secara "instan" terjadi, setidaknya kita berusaha untuk "membiasakan" (tulisan yang saya buat di tumblr)

mas Gun mengomentari tulisan saya, tidak cukup hanya membiasakan, tapi juga mengkondisikan. siip!

Minggu, 18 Agustus 2013

Cerita Pengantar Tidur

0 comments
sumber gambar : thebansheetree.blogspot.com


Saya hampir lupa kapan pertama kali kaki ini mendarat di bumi subur bernama Jawa Barat. Tentu merantau ke tanah pasundan ini bukanlah hal yang terlalu wow bagi keluarga saya, meski saya adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga, dan cucu perempuan satu-satunya (menurut pola orang Minang :p ), yang notabene juga seharusnya pewaris tunggal semua harta kekayaan nenek moyang saya #haha #naondeh! ("-.-)

Intinya, kuliah di Jawa Barat memang salah satu hal yang diimpikan oleh orang tua saya, dengan alasan yang sedikit lucu, yaitu orang sunda orangnya baik-baik, lemah lembut, sehingga kalo merantau disana InsyaAllah kamu aman. zzzzZ (-_-") *entah kapan orang tua saya melakukan survei tentang kevalid-an data tersebut*

Terlepas dari itu, jika saya kembali melihat ke belakang, entahlah, hanya ada satu rasa yang bercampur aduk, syukur.

Saya bersyukur diletakkan secara random di kamar nomer 8, di bale 3 waktu itu (mahasiswi tahun 1 fk unpad wajib tinggal di asrama). Saya yakin ini bukan kebetulan, ketika pertama kali saya berjabat tangan, menyebutkan nama dan asal kepada Nur Afifah, Rika dan Pusfa. Kemudian kami tinggal dalam 1 ruangan selama setahun. Berdiskusi tentang apapun, berantem untuk hal sepele, dan kemudian tertawa mengingat semuanya. :)

Saya juga bersyukur dipertemukan dengan Annisa Lidra di organisasi pertama saya, p-dan-k. Gadis yang super-ramah, yang selalu punya banyak cerita. :)

Di organisasi yang berbeda, saya bertemu dengan Yasmin, yang sampe detik ini juga masih suka gangguin hidup saya, hehe. dan saya sangat rela digangguin. (=.=")

Di organisasi yang berbeda, saya banyak menghabiskan waktu bersama Herning. Cerita dan ber-menye-menye tentang apapun. :3

Di organisasi yang berbeda, saya jatuh cinta dengan kesetiaan Dini, dengan segala kepolosannyaaa. :")

Di kesempatan lain, saya bertemu dengan para penghuni A3 (yang selalu menjadi surganya Jatinangor, bagi saya), BBC (Mia, Farah, Mala, Yaya, Dewi, Fani dan akhwat2 yg disebut sebelumnya) --yang berkat kontribusinya bisa membuat saya bertahan menerpa badai per-fk-unpad-an. :D

Di kesempatan lain, saya bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi, murabbi, para adik mentee, power-ranger-sailormoon, sdmkeren, bakti nusa, vol-D, kamus, perfecten (yes, we are!) dan dunsanak sadonyo @Minangfkunpad. :')

Juga pada mereka yang namanya tidak mampu untuk diketik, tapi selalu terpatri di hati #eaaaa :D

Terlalu banyak yang datang dan pergi. Yang paling berkesan, tentu yang tidak bisa diingkari hati. Terlalu banyak yang menginspirasi, yang senantiasa menjadi guru melalui akhlak dan tulisannya. Masing-masing membuat ceritanya sendiri dan tersimpan rapi di rak-rak cerebral cortex ini.

Kemudian saya bergumam, "apa jadinya saya jika hari itu tidak bertemu dengan kalian?" Saya menerka-nerka, "mmm...mungkin saja saya tidak seperti sekarang ini.."

Menceritakan mereka membuat saya senyum-senyum sendiri. Keberadaan mereka sekarang mungkin seperti tidak berarti. Tetapi suatu hari nanti, saya pasti akan merindukan mereka semua. Pasti.

Setidaknya mereka akan menjadi obrolan hari-hari tua saya bersama suami dan anak-anak nanti. Menjadi obrolan pembukaan minum teh bersama saat kami memandangi hujan dari dalam rumah. Bahkan mungkin bisa jadi cerita pengantar tidur cucu-cucu saya kelak. Tentang neneknya, dan peradaban perkuliahan tentang hidup, yang sangat menyenangkan.

Arnova Reswari
Jatinangor, 18 Agustus 2013

Jumat, 16 Agustus 2013

From Bandung for #SAVEEGYPT, with love

0 comments
peserta aksi berkumpul di depan Gedung Sate

"Kita tidak meratapi para syuhada di Mesir, karena mati syahid menjadi doa kita sehari-hari “allohumma amitna ‘alasyahadti fii sabiilik” dan menjadi cita-cita tertinggi kita “ almautu fii sabiilillahi asmaa amaaniina”, mereka telah memenuhi janjinya dan sudah mencapai cita-cita tertinggi dalam hidupnya.


Yang kita ratapi kebiadaban bangsa Mesir terhadap saudaranya sendiri, padahal mesir adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim."
- kutipan taujih Ust. Hilmi Aminuddin


taujih dari Kang Aher, Gubernur Jawa Barat

Dedek lucu ini semangat banget teriak "Allahu Akbar", sambil digendong ibunya :3

Diam-diam saya motoin seorang teteh yang berdiri tepat di depan saya :)

Siang tadi, warga Bandung membanjiri jalan Diponegoro, tepatnya di depan PUSDAI - Gedung Sate, dan berakhir di GASIBU. Tua, muda, balita, bayi semua hadir. Ini yang saya suka dari Bandung, rame dan kompak! :) Bahkan Gubernur Jawa Barat (Kang Aher) pun turut meramaikan dan berorasi. Aksi damai diakhiri dengan sholat gaib berjama'ah di GASIBU.

Bandung, 16 Agustus 2013

Rabu, 07 Agustus 2013

Posisi Diri

0 comments
Ied Mubarak, para pembaca ! :)
Semoga semua targetan kita Ramadhan ini, bisa terus kita pertahankan untuk 11 bulan ke depan. Aamiin :)

Dalam rangka saya nggak ada ide buat nulis, saya mau sharing tulisan Kurniawan Gunadi lagi. Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran berharga buat kita. :D

Ada pertanyaan yang terlontar hingga menimbulkan pertanyaan baru, "Mengapa sih ada perempuan yang nikah-able dan yang lainnya pacar-able"Pembahasan ini mendadak sangat menarik. 
Sepanjang pengamatanku kepada banyak teman perempuanku selama hidup didunia ini #tsah. Ada diantara mereka yang apabila laki-laki bertemu bahkan mungkin baru pertama kali bertemu sudah akan paham, bahwa perempuan yang dijumpainya itu tidak mungkin didekati dengan “pacaran" apalagi digombal-gombalin dengan hal sejenis itu. 
Laki-laki sudah memasang jarak dan menjaga sikap, sekalipun dia cowok brengsek buaya darat belang belang yang mantannya ada di setiap kota dan desa, dia bisa berpikir-pikir dulu untuk menggunakan “cara lama" nya itu kepada perempuan tersebut. 
Nah, di waktu yang sama dan tempat yang tidak jauh. Ada diantara mereka yang tanpa perlu banyak tanya dan cukup lihat di jalan, sudah tahu bahwa dia “pacarable", mendekatinya cukup dengan jurus-jurus jitu ala sinetron dan tips-tips mendekati lawan jenis dibuku-buku, alhasil tangkapan akan dengan mudah didapat tanpa perlu dipancing. 
Bukankah diantara kita melihat sendiri, baik itu laki-laki ataupun perempuan. Melihat teman sepermainan kita atau orang yang kita kenal, sejara implisit telah tersirat dan seolah-olah itu masuk dalam benak kita bahwa dia adalah perempuan yang nikah-able, tidak mungkin mendekatinya dengan pacaran ala abg. Atau laki-laki itu jelas tidak akan mendekati perempuan sembarangan.
Itulah yang aku dan temanku sepakati disebut sebagai, “posisi"
Dalam pertemanan antara laki-laki dan perempuan, kita harus meletakkan posisi kita dengan jelas. Aku dan temanku telah memposisikan diri dalam golongan anak-muda-yang-tidak-pacaran, oke posisi kami ada disitu. Dan dalam sepanjang pertemanan aku merasa tidak satupun laki-laki yang berani macam-macam ngegombal aneh-aneh, pegang sembarangan, ngajak jalan berduan, modus dan sejenisnya kepada teman perempuanku itu. Pada saat yang sama pun temanku ini ramahnya setengah mati kepada setiap orang. Pun dia laki-laki, dan tak satupun laki-laki merasa ter-PHP kan oleh kebaikannya.
- kutipan dari tulisan Kurniawan Gunadi,  Posisi Diri

Ya begitu lah :)
Setelah saya baca tulisan beliau, saya jadi ingat dengan tulisan saya yang mirip (tapi lebih fokus pada posisi diri muslimah), yang berjudul Dua Pilihan . Pada akhirnya memang kita yang memilih posisi diri ini, kan? :)

Selasa, 06 Agustus 2013

Mencari yang Sholih

0 comments


Jika berbicara tentang kriteria, setiap ditanya, saya selalu menjawab, “saya ingin dipimpin oleh lelaki sholeh". Tidak perlu diragukan, siapa yang tidak ingin dipimpin oleh lelaki sholeh? Semua wanita normal, berakal, pasti sangat mengidamkan, pemimpinnya kelak akan menjadi teladannya, dan teladan bagi anak-anaknya.

Yang menjadi pertanyaan adalah, “suami/istri sholeh yang bagaimana?". Bukankah itu sangat relatif? Berbicara tentang kesholehan, berarti berbicara tentang keikhlasan. Bagaimana cara menilai seberapa ikhlasnya seseorang dalam setiap perbuatannya? Wallahu a’lam. Tidak ada yang tahu, selain Allah.

Bagaimana mungkin kita menilai seseorang sholeh atau tidak, sedangkan kita pun penuh kekurangan. Ini menjadi dilema.

Hingga saya terus mencari, terus membaca. Mencoba menyimpulkan dan menjawab pertanyaan saya sendiri, “bagaimana mencari yang sholeh?"

Setelah baca sana sini, terinspirasi dari berbagai macam sumber, dari orang-orang hebat di luar sana, dan dari berbagai peristiwa hidup yang saya lewati. Saya membuat rumus simpel :

1. Saya harus yakin, kesholehan seseorang itu hanya Allah yang Maha Mengetahui

2. Mencoba lihat kesehariannya : Jika ia lelaki, cari yang paling berusaha menyontoh Rasulullah SAW, dalam hal apapun. Kalo saya pribadi, saya lihat sholatnya. Lelaki yang mencintai Rasulullah, akan selalu mengusahakan sholat di awal waktu dan berjamaah di mesjid. Jika ia wanita (mencari istri sholihah), maka pilihlah yang tertutup auratnya. O:D

3. Memantaskan diri. Bagaimana mungkin bertemu dengan “yang sholeh" tapi kita sendiri masih jauh untuk berusaha menjadi sholeh. Seperti Newton bilang : aksi = reaksi. Dan tentu seperti yang tertera jelas di Al-Qur’an, lelaki baik akan dipasangkan dengan wanita baik, begitu pula sebaliknya.

4. Berdo’a. Allah Maha Mengetahui dan Allah adalah sebaik-baiknya pengatur skenario hidup. Mintalah pada Allah dalam tiap-tiap do’a kita. Karena kemampuan manusia sangat terbatas. Manusia hanya mampu melihat kebaikan-kebaikan yang jelas terlihat. Maka berdo’a lah agar diberi petunjuk.

Selalu ada wanita baik untuk lelaki yang tidak pernah lelah untuk memperbaiki diri. Dan selalu ada lelaki baik untuk wanita yang tidak pernah lelah untuk memperbaiki diri.


Arnova Reswari

Minggu, 04 Agustus 2013

Teman Ngobrol Seumur Hidup

0 comments
sumber : ardisaz.wordpress.com

"Jika kecantikan yang membuatku menyukai seseorang dan kemudian menjadikannya teman hidup, bisa jadi umurnya tidak lebih lama. Kulit itu akan mengkerut menjadi jelek, mata itu akan sayu, suara itu akan menjadi keras. Lalu apa yang aku cari, kecantikan itu akan dimakan waktu.
Seorang arif-bijaksana yang entah saya temui dimana bersabda : Kelak ketika kamu sudah tua, kamu hanya bisa ngobrol, maka menikahnya dengan orang yang asik diajak ngobrol.
Sabda yang agak ngawur ini tidak saya pertimbangkan sejauh ini karena kecantikan jelas nampak di depan mata. Tapi lama-kelamaan saya berpikir, benar juga adanya. Kelak ketika saya sudah tua dan dia juga tua tentu saja, kami berdua hanya bisa bicara. Tentu saja memiliki teman bicara yang asyik-berilmu-berbobot-dan jenaka bisa membuat hari tuaku lebih hidup. Setiap hari ngobrol mengenang masa-masa muda tanpa bosan, habis shalat ngobrol, bangun tidur ngobrol, mau tidur ngobrol, jalan kaki sambil ngobrol, ngasuh cucu juga sambil ngobrol. Pembicaraan kami hanya dimengerti oleh kami berdua."
- Kurniawan Gunadi, dalam tulisannya Teman Ngobrol Seumur Hidup

Sabtu, 03 Agustus 2013

Cinta Tapi Diam

1 comments
sumber : weheartit.com


Tulisan ini saya dapat dari tumblr-nya Detin. Ini adalah tulisan yang lahir dari 2 orang adik manis saya, yang hobinya adalah galau nikah  dan menginspirasi, Detin dan Hanysa. Tetap menginspirasi, dik! O:)

"Tidak saling mengenal itu bukanlah batas"
Ini adalah masalah menjaga hati. Tentang masing-masing kita di tempat yang berbeda.
Ada banyak jenis kisah cinta. Ada yang saling mengenal, berkawan sejak lama, hingga akhirnya berjodoh, ini namanya jodoh dari masa lalu. Ada yang berusaha mencari masa depan, tapi selalu terikat masa lalu. Ada yang benar-benar keluar dari zona lampau, dan akhirnya terdampar di cinta masa depan. Banyak.
Ada juga yang seperti ini : 
Seseorang -kita sebut saja fulan- mencintai orang yang bahkan tidak mengenal dirinya. Fulan merasa nyaman dengan keadaan ini, karena ia pikir tidak semua orang bisa sepertinya. Katakanlah, bahwa orang yang disukainya adalah orang penuh kharismatik. Maka fulan memutuskan untuk mencintai, tapi diam.

Keuntungan mencintai seseorang yang subhanallah, tapi tidak saling mengenal,

1. Membuat fulan semangat meningkatkan kualitas diri, untuk bisa -setidaknya- menjadi pantas. 
2. Tidak muncul hal-hal yang tidak diperbolehkan agama -misal karena sudah kenal, jadi hubungan via chatting, sms an, dll dll. 
3. Kalau ternyata dia jodoh fulan, maka hal ini adalah yang menggembirakan hati
4. Jika ternyata tidak berjodoh, maka nothing to lose…itu artinya kualitas fulan belum sebanding sama doi.

Karena pada akhirnya, cinta akan bertemu pada sesuatu yang tepat. Kualitas yang tepat, waktu yang tepat, dan tentu pada orang yang tepat.

Bahagiakan Dia

0 comments

Kita tidak bisa membuat semua orang bahagia. Pasti selalu saja ada yang tidak senang dalam tiap keputusan yang kita ambil. Kadang, memang seperti tidak adil. Bukankah hidup memang seperti itu, ada pro dan kontra? Maka, prioritaskan untuk membahagiakan Allah, ketimbang yang lain. Karena saat Allah bahagia karena kita, dibenci yang lain pun tak apa.
-Arnova Reswari
3 Agustus 2013

Jumat, 02 Agustus 2013

KONSLET

0 comments
"Ia lelaki yang baik. Lewat sms ia nyatakan cintanya. Lewat tutur lembut, ia ucapkan bahwa ‘aku lah satu-satunya yang dicintainya’. Aku nyaman berada di dekatnya. Kami tidak mau berbicara tentang nanti. Apalagi berbicara tentang pernikahan. Tidak. Nanti saja. Aku masih terlalu muda membahas tentang itu. Aku juga tidak terlalu galau untuk merencanakan hal itu secepat itu. Aku dan dia, hidup untuk hari ini.

Begitulah kisah cinta kami. Indah untuk hari ini.
Aku yakin dia mencintaiku.
Terbukti dengan kalimat-kalimat romantisnya."

***

Ada beberapa kata yang “konslet" dari kalimat di atas. Perlu kau tau, ladies..

1. Jika ia lelaki yang baik, ia tidak akan mengajak mu pacaran. Hey ladies, lelaki yang baik tidak akan pacaran

2. Obralan cinta semacam itu mudah banget diucapkan. Apa gunanya obral cinta tanpa bukti keseriusan.

3. Membicarakan pernikahan bukan bahasan manusia-manusia galau. Justru itu adalah pembahasan manusia cerdas yang berfikir matang dan ke depan.

4. Menilai seorang lelaki, jangan hanya lihat “bagaimana ia hari ini",  tapi lihat “bagaimana ia di masa depan". Bagaimana cita-citanya, visi misi hidupnya.

5. Hidupmu terus berjalan. Malaikat maut selalu mengikutimu tanpa absen. Dan itu pasti. Siapa yang menjamin pacarmu akan menjadi suamimu kelak? Siapa tau malaikat maut mencabut nyawanya atau bahkan nyawamu sebelum kalian menikah nanti.

6. Hidupmu terus berjalan. Orang-orang lalu-lalang di sekitarmu. Siapa yang menjamin hatinya terus terpaut padamu? Siapa yang menjamin kesetiaan cinta fana kalian?

7. Tidak ada jaminan untuk hubungan kalian. Tapi, murka Allah pasti didapatkan.

8. Jika memang benar ia cinta, maka suruh ia menikahimu (jika ia sudah mampu). Namun, jika belum, suruh ia bersabar dan berpuasa.

9. Jangan pernah meragu akan janji-Nya. Bahwa Allah sudah berjanji bahwa wanita baik, akan dipasangkan dengan lelaki yang baik. Jika ia baik untuk mu, Allah akan simpan ia untukmu. Jika ia tidak baik untuk mu, tentu Allah akan carikan yang lebih baik dari-Nya.
Karena Allah adalah sebaik-baiknya pembuat rencana. ^^


2 Agustus 2013,
Arnova Reswari
 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template