Minggu, 18 Agustus 2013

Cerita Pengantar Tidur

sumber gambar : thebansheetree.blogspot.com


Saya hampir lupa kapan pertama kali kaki ini mendarat di bumi subur bernama Jawa Barat. Tentu merantau ke tanah pasundan ini bukanlah hal yang terlalu wow bagi keluarga saya, meski saya adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga, dan cucu perempuan satu-satunya (menurut pola orang Minang :p ), yang notabene juga seharusnya pewaris tunggal semua harta kekayaan nenek moyang saya #haha #naondeh! ("-.-)

Intinya, kuliah di Jawa Barat memang salah satu hal yang diimpikan oleh orang tua saya, dengan alasan yang sedikit lucu, yaitu orang sunda orangnya baik-baik, lemah lembut, sehingga kalo merantau disana InsyaAllah kamu aman. zzzzZ (-_-") *entah kapan orang tua saya melakukan survei tentang kevalid-an data tersebut*

Terlepas dari itu, jika saya kembali melihat ke belakang, entahlah, hanya ada satu rasa yang bercampur aduk, syukur.

Saya bersyukur diletakkan secara random di kamar nomer 8, di bale 3 waktu itu (mahasiswi tahun 1 fk unpad wajib tinggal di asrama). Saya yakin ini bukan kebetulan, ketika pertama kali saya berjabat tangan, menyebutkan nama dan asal kepada Nur Afifah, Rika dan Pusfa. Kemudian kami tinggal dalam 1 ruangan selama setahun. Berdiskusi tentang apapun, berantem untuk hal sepele, dan kemudian tertawa mengingat semuanya. :)

Saya juga bersyukur dipertemukan dengan Annisa Lidra di organisasi pertama saya, p-dan-k. Gadis yang super-ramah, yang selalu punya banyak cerita. :)

Di organisasi yang berbeda, saya bertemu dengan Yasmin, yang sampe detik ini juga masih suka gangguin hidup saya, hehe. dan saya sangat rela digangguin. (=.=")

Di organisasi yang berbeda, saya banyak menghabiskan waktu bersama Herning. Cerita dan ber-menye-menye tentang apapun. :3

Di organisasi yang berbeda, saya jatuh cinta dengan kesetiaan Dini, dengan segala kepolosannyaaa. :")

Di kesempatan lain, saya bertemu dengan para penghuni A3 (yang selalu menjadi surganya Jatinangor, bagi saya), BBC (Mia, Farah, Mala, Yaya, Dewi, Fani dan akhwat2 yg disebut sebelumnya) --yang berkat kontribusinya bisa membuat saya bertahan menerpa badai per-fk-unpad-an. :D

Di kesempatan lain, saya bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi, murabbi, para adik mentee, power-ranger-sailormoon, sdmkeren, bakti nusa, vol-D, kamus, perfecten (yes, we are!) dan dunsanak sadonyo @Minangfkunpad. :')

Juga pada mereka yang namanya tidak mampu untuk diketik, tapi selalu terpatri di hati #eaaaa :D

Terlalu banyak yang datang dan pergi. Yang paling berkesan, tentu yang tidak bisa diingkari hati. Terlalu banyak yang menginspirasi, yang senantiasa menjadi guru melalui akhlak dan tulisannya. Masing-masing membuat ceritanya sendiri dan tersimpan rapi di rak-rak cerebral cortex ini.

Kemudian saya bergumam, "apa jadinya saya jika hari itu tidak bertemu dengan kalian?" Saya menerka-nerka, "mmm...mungkin saja saya tidak seperti sekarang ini.."

Menceritakan mereka membuat saya senyum-senyum sendiri. Keberadaan mereka sekarang mungkin seperti tidak berarti. Tetapi suatu hari nanti, saya pasti akan merindukan mereka semua. Pasti.

Setidaknya mereka akan menjadi obrolan hari-hari tua saya bersama suami dan anak-anak nanti. Menjadi obrolan pembukaan minum teh bersama saat kami memandangi hujan dari dalam rumah. Bahkan mungkin bisa jadi cerita pengantar tidur cucu-cucu saya kelak. Tentang neneknya, dan peradaban perkuliahan tentang hidup, yang sangat menyenangkan.

Arnova Reswari
Jatinangor, 18 Agustus 2013

0 comments:

Posting Komentar

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template