Rabu, 07 Agustus 2013

Posisi Diri

Ied Mubarak, para pembaca ! :)
Semoga semua targetan kita Ramadhan ini, bisa terus kita pertahankan untuk 11 bulan ke depan. Aamiin :)

Dalam rangka saya nggak ada ide buat nulis, saya mau sharing tulisan Kurniawan Gunadi lagi. Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran berharga buat kita. :D

Ada pertanyaan yang terlontar hingga menimbulkan pertanyaan baru, "Mengapa sih ada perempuan yang nikah-able dan yang lainnya pacar-able"Pembahasan ini mendadak sangat menarik. 
Sepanjang pengamatanku kepada banyak teman perempuanku selama hidup didunia ini #tsah. Ada diantara mereka yang apabila laki-laki bertemu bahkan mungkin baru pertama kali bertemu sudah akan paham, bahwa perempuan yang dijumpainya itu tidak mungkin didekati dengan “pacaran" apalagi digombal-gombalin dengan hal sejenis itu. 
Laki-laki sudah memasang jarak dan menjaga sikap, sekalipun dia cowok brengsek buaya darat belang belang yang mantannya ada di setiap kota dan desa, dia bisa berpikir-pikir dulu untuk menggunakan “cara lama" nya itu kepada perempuan tersebut. 
Nah, di waktu yang sama dan tempat yang tidak jauh. Ada diantara mereka yang tanpa perlu banyak tanya dan cukup lihat di jalan, sudah tahu bahwa dia “pacarable", mendekatinya cukup dengan jurus-jurus jitu ala sinetron dan tips-tips mendekati lawan jenis dibuku-buku, alhasil tangkapan akan dengan mudah didapat tanpa perlu dipancing. 
Bukankah diantara kita melihat sendiri, baik itu laki-laki ataupun perempuan. Melihat teman sepermainan kita atau orang yang kita kenal, sejara implisit telah tersirat dan seolah-olah itu masuk dalam benak kita bahwa dia adalah perempuan yang nikah-able, tidak mungkin mendekatinya dengan pacaran ala abg. Atau laki-laki itu jelas tidak akan mendekati perempuan sembarangan.
Itulah yang aku dan temanku sepakati disebut sebagai, “posisi"
Dalam pertemanan antara laki-laki dan perempuan, kita harus meletakkan posisi kita dengan jelas. Aku dan temanku telah memposisikan diri dalam golongan anak-muda-yang-tidak-pacaran, oke posisi kami ada disitu. Dan dalam sepanjang pertemanan aku merasa tidak satupun laki-laki yang berani macam-macam ngegombal aneh-aneh, pegang sembarangan, ngajak jalan berduan, modus dan sejenisnya kepada teman perempuanku itu. Pada saat yang sama pun temanku ini ramahnya setengah mati kepada setiap orang. Pun dia laki-laki, dan tak satupun laki-laki merasa ter-PHP kan oleh kebaikannya.
- kutipan dari tulisan Kurniawan Gunadi,  Posisi Diri

Ya begitu lah :)
Setelah saya baca tulisan beliau, saya jadi ingat dengan tulisan saya yang mirip (tapi lebih fokus pada posisi diri muslimah), yang berjudul Dua Pilihan . Pada akhirnya memang kita yang memilih posisi diri ini, kan? :)

0 comments:

Posting Komentar

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template