Rabu, 06 Agustus 2014

Pemberitahuan

0 comments

Halaman ini kian berdebu :(
Tidak, saya tidak berhenti menulis, pada beberapa kesempatan saya menulis. Karena keterbatasan waktu dan pulsa modem, saya memilih menulis dari tab, dan menulis di akun tumblr.

Silakan berkunjung ke kamar baru www.arnova.tumblr.com :)

Jumat, 31 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Special Challenge #BackToSchool

0 comments
Alhamdulillah, tidak terasa ini adalah tulisan terakhir saya di bulan Januari. Jazkillah khairan katsira mbak Prima untuk lomba #1Hari1Ayat nya. Lombanya luar biasa, dulu saya pernah terfikir juga untuk membuat project seperti ini di blog, tetapi belum terwujudkan hingga saya ikut #1Hari1Ayat, semoga semangat dakwah kita selalu berapi-api hingga akhir nafas ini, hingga nantinya menjadi saksi bagi kita semua saat Yaumul Hisab nanti, Aamiin. :")

Berbicara tentang kembali ke sekolah berarti berbicara tentang semangat baru.
Horeee! (>.<) temanya pas sekali karena Februari nanti saya akan memasuki dunia profesi (yang juga disebut koas sebagai bahasa gaulnya :p). Dunia kedokteran adalah dunia yang sangaaat panjang masa pendidikannya, begitu kata dosen saya, jadi jangan mengeluh jika bahkan saat teman-teman beda profesi telah bisa menikmati gajinya sendiri, kami masih saja belajar di rumah sakit dan masih menadah dana dari orang tua hiks. Semangaaat!

Sejak saya berusia lima tahun, ketika ditanya oleh guru TK, dengan mantap saya menjawab, ‘Aku ingin menjadi dokter bu!’ Seperti anak kecil kebanyakan, saya hanya tahu bahwa dokter bisa membantu menyembuhkan penyakit, bahwa dokter itu menolong sesama dan tugasnya mulia. Hingga cita-cita itu terus terpatri di dalam diri #eaaa. Alhamdulillah, Allah memudahkan jalan saya.

Tiga setengah tahun belajar di kampus, hingga sekarang telah menjadi Sarjana tentu banyak mengajarkan saya tentang sebuah arti pembelajaran. Di kampus, sejak pertama kali saya ikut ospek, senior dan dosen-dosen saya selalu menanamkan, ‘Kalian akan jadi dokter suatu hari kelak? Tapi mau jadi dokter seperti apa?’ Pertanyaan tersebut membuat saya berfikir, saya ingin menjadi dokter seperti apa nanti? Apakah dokter yang berorientasi pada materi atau menguatamkan keselamatan pasien? Saya memutuskan untuk menjadikan Allah sebagai tujuan, dan berusaha mengaplikasikan itu selama menjalani profesi sarjana kedokteran dulu. Salah satunya adalah dengan tidak menyontek saat ujian karena saya ingin jujur pada diri sendiri dan ingin berusaha dengan sebaik-baiknya usaha untuk pasien-pasien saya kelak. Kemudian, saya juga ingin menyebarkan indahnya Islam saat saya menjadi dokter nantinya. Masih terbayang dalam ingatan saya saat teman saya dinasehati tentang sholat oleh salah seorang dokter Spesialis Orthopedi saat dia berobat, aaah saya ingin seperti itu. :")

Sudah tidak heran lagi bukan bahwa umumnya masyarakat awan melihat profesi dokter identik dengan kekayaan dan cukup eksklusif. Sehingga sudah bukan rahasia bahwa terkadang kita mendapati dokter yang berperilaku kurang ramah atau yang pelit informasi tentang penyakit pasien kepada pasien tersebut. Ini tentu membuat saya sedih, karena terkadang berlaku parts prototo, tidak semua dokter begitu kok. :( Salah seorang teman pernah bercerita tentang perlakuan dokter padanya yang kurang ramah. Ketika bertanya tentang penyakitnya, dokternya cuma memerintahkan “minum obat saja..!” Wah..wah.. Berbeda sekali dengan dokter yang diceritakan oleh dosen saya. Belia bercerita tentang pasiennya yang merasa sembuh hanya dengan bercerita keluh kesahnya kepada beliau. Tanpa obat. Subhanallah.

Dalam hati kecil saya, saya sangat ingin menjadi dokter yang seperti itu, menjadi dokter yang dicintai keluarga dan masyarakatnya. Yang menyembuhkan kan Allah, bukan dokter, dokter hanyalah hamba perantara. Lalu apa yang harus disombongkan? Apa yang harus dieksklusifkan? Bukankah yang Maha Pemberi Ilmu itu Allah?


"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (Luqman :18)



Bagi saya, belajar adalah proses sepanjang hayat, pun saat saya menjadi dokter kelak. Namun, setiap proses pembelajaran selalu ada tantangan. Tantangan terbesar adalah bagaimana cara kita untuk menjadi seperti padi. Yup, semakin berisi semakin merunduk. Tangan boleh menggapai langit tertinggi, namun kaki harus tetap berpijak di bumi. Yup, itulah yang saya sebut sebagai karakter. :) Seperti jargonnya SMA Negeri 3 Bandung, Knowledge is Power, but Character is more”.


Apalah artinya ilmu setinggi langit jika tidak diikuti dengan karakter yang baik. Ilmu anatomi, histologi, fisiologi mungkin bisa kita pelajari di buku yang tebal-tebal, akan tetapi karakter? Belajar dari mana?? Simpelnya adalah selalu melihat sekitar, bahwa di atas langit tentu ada langit bukan? Apalah artinya semua ilmu yang kita anggap banyak, padahal sangaaaaaat sedikit jika dibandingkan dengan ilmu Allah. Jadi, mari kolaborasikan, semakin kita menuntut ilmu semakin pula mendekat pada Allah agar terhindar dari hal-hal negatif, terutama sifat sombong.

Salah satu resolusi tahun 2014 ini adalah aktif di kegiatan sosial luar kampus. Bersama teman-teman Bakti Nusa Bandung  inshaa Allah kami akan menjalankan gerakan sosial pertama kami yang bergerak dalam empowering disable. Sedikit banyak gerakan ini berhubungan dengan profesi saya nantinya sebagai dokter, yaitu berhubungan dengan manusia di semua kalangan, baik yang normal ataupun yang berkebutuhan khusus. Sekaligus untuk melatih diri ini agar lebih peka terhadap orang lain.

Wah, ini akan menjadi sangat menyenangkan mudah-mudahan! Terutama bagi saya yang untuk pertama kalinya berkecimpung di dunia sosial (non-medis), juga sebagai tantangan bagi saya. Saya kasih bocoran sedikit deeeh, nama gerakan sosial kami adalah Thisable Creative, sasarannya rencananya kepada tuna daksa di Bandung. Bagi teman-teman yang tertarik bergabung bersama kami, belajar bersama kami, feel free to come pada acara promosinya di ITB pada tanggal 1 Februari nanti (besok).  :") *Loh kok ini jadi promosi, hehehe. (^O^)

Alhamdulillah. Semoga salah satu resolusi tahun ini terwujud dan bisa menjadi salah satu proses pembelajaran bagi saya dan teman-teman. Berbagi dan bermanfaat bagi sesama, di tengah kesibukan aktivitas akademik dan amanah kami yang lainnya. Bi' idznillah! :)



Jambi, 31 Januari 2014

Kamis, 30 Januari 2014

#1Hari1Ayat : Janji Allah

0 comments
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" (An-Nuur : 26)


Siapa sih yang tidak kenal ayat ini? Apalagi untuk remaja tua seusia saya ini, Hehehe. :p Yup, inilah janji Allah kepada kita, jauh sebelum kita tercipta tentunya, bahwa jika kita berusaha menjadi wanita baik (sholihah), InshaaAllah, jodoh kita kelak pun lelaki baik (sholih). Janji Allah itu benar, memang belum terjadi pada saya, akan tetapi jika melihat teman-teman yang sudah menikah dengan cara yang benar (TANPA PACARAN), waah Subhanallah bahagianya. :")

Saya pernah iseng bertanya pada senior saya yang menikah dengan lelaki sholih yang bahkan dia tidak pernah kenal sebelumnya. "Teh, bagaimana rasanya?", kira-kira jawabannya seperti ini lah, "Janji Allah itu benar, aku awalnya benar-benar tidak membayangkan bagaimana rasanya menikah dengan orang yang tidak kukenal, ternyata Alhamdulillah, aku cuma bisa bersyukur Nov." Daan, ketika saya melihat karier perempuannya (senior saya tersebut) waaah jangan ditanya supernya, begitupun karier lelakinya dalam bidang dakwah. :D Daan, ketika melihat langsung mereka berdua saat kami bertemu, mesranyaaa *sampai iri, hehe* :")

Itu baru satu pasangan loh yang saya amati, belum lagi pasangan lain (yakni teman tumblr saya), beliau menikah dengan teman SMP-nya dulu. Ternyata dalam hati, beliau diam-diam memendam rasa selama 8 tahun. Jangankan untuk pacaran, berinteraksi saja jarang, begitu ceritanya. Bayangkaaan!? *lebay* Daaan sekarang mereka menikah, tentu tanpa pacaran. Maka dari itu, saya masih heran dengan orang-orang yang sudah dewasa, sudah mapan, sudah bekerja, masih belum meng-halal-kan hubungannya dengan kekasihnya. Menyedihkan, lebih menyedihkan daripada jomblo, sungguh.

Orang-orang bilang, Jika ingin mendapatkan suami seperti Rasulullah SAW, maka jadilah seperti Khadijah atau 'Aisyah. Jika ingin mendapatkan suami seperti Ali, maka jadilah seperti Fathimah. Rumus yang simpel bukan? :) Yuuk, perbaiki diri!


Jambi, 30 Januari 2014

Rabu, 29 Januari 2014

#1Hari1Ayat : Menjilbabkan hati dulu??

0 comments
Alhamdulillah, ini adalah hari ke-29 dari perjalanan #1Hari1Ayat :')


Kali ini saya akan membahas ayat yang tidak asing bagi kita kaum wanita, hehehe. Ini bermula ketika saya menonton video Oki Setiana Dewi saat beliau membedah bukunya yang berjudul Melukis Pelangi 2 tahun yang lalu. Kemudian saya pun diam-diam kagum pada beliau. :""


"Aku berusaha untuk terus menerus mendekatkan diri kepada Allah. Ternyata bisa istiqomah dalam berjilbab sulit sekali rasanya, apalagi bagi aku yang dulu terbiasa dengan pakaian-pakaian terbuka. Banyak orang yang berdalih lebih baik menjilbabkan hati dulu baru menjilbabkan fisik. Sampai saat ini aku masih belum paham bagaimana menjilbabkan hati yang dimaksud. Tapi kalo aku boleh berbagi, kenapa kita tidak ubah paradigma itu? 

Jilbabkan dulu kepala kita sambil kita barengi dengan menambah ilmu, setelah itu perlahan semua sisi kehidupan kita akan mengikuti. Aku bisa seperti sekarang ini berawal dari jilbab yang mengikat dileherku. Jilbab inilah yang menyadarkan bahwa bacaan Al-Qur’an-ku masih berantakan. Dengan jilbab ini aku menyadari ilmu agamaku yang masih minim. Maka tidak ada lagi pilihan kecuali untuk terus menerus belajar mendalami Islam. Jika sudah seperti sekarang, apa itu berarti hati ini sudah terjilbapi? Hanya Allah Yang Maha Tau. Sederhananya, satu hal yang aku imani bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia di bumi ini dan perintah menutup aurat telah tertulis JELAS jauh disana sebelum kita diciptakan."
-Melukis Pelangi, Oki Setiana Dewi

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Al-Ahzab 59)


Mari buat bidadari di Surga cemburu, salah satunya dengan menutup aurat sesuai yang diperintahkan-Nya. Ga perlu ribet ngikut model sana-sini, iket pita ini itu, dililit-lilit sedemikian rupa, dan wudhu-nya pun jadi ribet #ups! (^o^"),V . Allah telah menjelaskan detail tentang model yang terbaik gimana. Silakan dicek di Q.S An-Nuur: 31 dan Q.S Al-Ahzab: 59.
"The sun doesn't lose its beauty when covered by the clouds. The same way your beauty doesn't fade when being covered by Hijab" - dari twit bergambarnya @farizdwiky

Jambi, 29 Januari 2014 

http://fitribundanenaura.blogspot.com/2012/06/menutup-aurat-yuuuuuukkkk.html

Selasa, 28 Januari 2014

#1Hari1Ayat : Everything happens for a reason ..

0 comments

Everything happens for a reason ..

Kalimat yang mungkin sudah berkali-kali saya dengar, dan Alhamdulillah sampai hari ini saya masih percaya. Segala sesuatu itu terjadi, ada alasannya.

Mungkin kadang kita pernah merasa "kenapa ya semua ini terjadi ke saya", "kenapa orang lain hidupnya bahagia selalu", dan kenapa kenapa kenapa yang lainnya.

Kadang semua kenapa kenapa kenapa itu tidak perlu kita cari jawabannya. Kalo tahu itu adalah karunia, berarti ketidaktahuan juga merupakan karunia. Begitu lah hidup. Seimbang!
Artinya, ada memang hal-hal yang tidak perlu kita pikirkan dan memusingkan diri sendiri. Ya, karena kita manusia, ada batasnya. :D

Maka solusinya, biarlah kita tidak tahu untuk hal-hal yang tidak penting itu sekarang. Jalani saja, dengan segala ketidaktahuan kita "mengapa hal itu bisa terjadi".  Sehingga segala kerumitan dan beratnya hidup akan berlalu bersama waktu.

Insya'Allah
suatu hari nanti kita akan paham.

"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Al-An'aam : 59)



Jambi, 28 Januari 2014

Senin, 27 Januari 2014

#1Hari1Ayat : Dua Pilihan

0 comments
Dulu, saya pernah kagum pada beberapa teman yang jarang diajak ngobrol oleh laki-laki. Kagum pada tingkah anggun mereka dalam bersikap di depan umum. Padahal, saat kami kumpul bersama, mereka sama seperti saya, sama-sama “rame”, sama-sama senang tertawa, ceria, seperti remaja-remaja mungil lain kebanyakan.
Seiring semakin bertambahnya usia kami…

Sikap yang unyu itu berubah saat mereka di tengah keramaian. Bermetamorfosis menjadi anggun. Sampai-sampai tidak ada laki-laki yang berani mengganggunya. Jangankan mengganggu, menegur saja segan. Malu. Hingga membuat saya semakin bertanya-tanya. Mengapa mereka demikian berbeda?? Mereka lebih banyak mendengar daripada berbicara, lebih banyak diam daripada tertawa, lebih memilih tidak diperhatikan dan diabaikan.

Sebaliknya, saya melihat beberapa teman yang jika kami bermain “truth or dare”, namanya tidak asing lagi, hampir selalu disebut-sebut oleh laki-laki, untuk pertanyaan “truth” : “Siapa yang paling seksi menurutmu?” “Siapa yang paling kamu suka di kelas ini?” “Siapa yang paling cantik menurutmu?”

Mereka selalu dicari-cari oleh teman laki-laki kami. Tidak segan teman laki-laki memeggang tangan dan memeluk mereka. Tidak ada masalah juga bagi mereka. Semua baik-baik saja.
Dua fenomena berbeda. Bisa jadi, ada dalam situasi yang sama. Teman saya bilang, hidup itu pilihan. Mau memilih yang A atau yang B, itu tergantung kita. Mau masuk surga atau neraka, itu juga pilihan kita. Bahkan, untuk ber-Islam pun tidak ada yang memaksa, semua kita yang memilih. Maka memilih lah dengan bijak, agar diri ini selamat. :)
 
 
  "Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah-lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik."
-Q.S Al-Ahzab 32


Hingga suatu hari saya paham, ada yang lebih berhak untuk semua kecantikan seorang wanita. Ada yang lebih berhak untuk manja-manjanya, lemah lembutnya dan bahkan fisiknya yang sempurna. Tidak lain adalah suaminya, nanti.

Ironinya, sedikit yang tahu. Sangat sedikit yang paham. Lebih sedikit lagi yang mengaplikasikan.



Jambi, 27 Januari 2014

Minggu, 26 Januari 2014

#1Hari1Ayat : Kesempurnaan Ciptaan Allah

0 comments

Ada 2 surah Al-Qur'an yang istimewa bagi saya, dari 114 surah di Al-Qur'an. Bukan apa-apa, saya hanya lebih sering mendengarkan 2 surah tersebut, bisa dibilang intensitasnya lebih daripada surah-surah lain. Surah itu adalah Al-Mulk dan Al-Gaasyiyah. Alasan yang sederhana sebenarnya, saya suka Al-Mulk karena sering mendengarkan murrotal di mp3 laptop. Saya suka Al-Gaasyiyah karena pernah mendengar tasmi' surah tersebut melalui telepon. Indah.

Setelah saya amati, 2 ayat yang saya suka tersebut, dua-duanya membahas tentang Kiamat. Tentang gambaran saat kiamat dan akhirat nanti, jelas tertera janji Allah untuk orang yang ingkar maupun orang yang taat pada Allah. Allah seakan-akan bicara langsung pada kita tentang betapa mengerikannya Neraka dan betapa indahnya gambaran Surga.


"Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat? Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih"
- Q.S Al-Mulk 3-4


Oh Allah, kami semakin paham bahwa kami tidak ada daya upaya untuk hal apapun.
Maka, kami mohon tuntunlah kami.


Jambi, 26 Januari 2014

Sabtu, 25 Januari 2014

#1Hari1Ayat : IBU

0 comments
Ibu, sesosok wanita ..
Yang Allah anugrahkan kasih sayang yang "melimpah ruah" darinya untuk anaknya.
Yang bisikan doa-doanya selalu demi kebaikan anaknya.
Yang seluruh hari-harinya Ia habiskan untuk anak-anaknya.
Yang tak pernah lelah mendidik.
Yang tak pernah letih mendengar, mengarahkan, dan mengingatkan.
Yang tak habis-habis cintanya.
Yang akan lebih dulu sakit, yang akan lebih dulu menangis saat hal-hal buruk terjadi pada anaknya.
Yang (bahkan) rela mati untuk anaknya.

Sebesar apapun usaha kita tak akan pernah bisa membalas semua kebaikannya. Bahkan sejak hari pertama hidup (di dalam rahim) pun kita sudah menyusahkannya. Membuat ibu kesakitan dan harus mual muntah saat pagi. Menyedot semua nutrisi ibu sesuka hati kita. Hingga kita menjadi semakin berat dan semakin menyusahkan ibu. Tidak jarang Ibu merasakan sakit, atau bahkan pendarahan saat kita bergitu hiperaktif bergerak.

Setelah 36 minggu hidup, kita masih saja merepotkan. Kesakitan demi kesakitan yang teramat sangat Beliau rasakan. Nyawa taruhannya.

Setelah lahir, ternyata kita masih saja merepotkannya. Saat masih menjadi bayi, menjadi balita, menjadi anak-anak, menjadi remaja, hingga dewasa. Ibu tak pernah lelah. Mungkin Ibu lelah, tapi kelelahan itu tak pernah terlihat dari wajahnya. Ia tetap tersenyum di depan anak-anaknya. Seolah-olah ibu seperti tak punya beban.
Dari Abu Hurairah r.a, Beliau berkata, "Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi SAW menjawab, 'Ibu mu!' dan orang tersebut kembali bertanya, "Kemudian siapa lagi?' Nabi SAW menjawab, 'Ibu mu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibu mu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'kemudian siapa lagi?' Nabi SAW menjawab, 'kemudian ayahmu'." -HR. Bukhari-Muslim


"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia 2 tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku lah kamu kembali" (Luqman :14)

Sungguh, aku tak akan pernah mampu membalas kasih sayangmu, Ibu. Hanya mampu mendoakanmu di setiap selesai sholatku. Hanya mempu belajar maksimal untuk membahagiakanmu kelak. Berharap Allah terus mencurahkan kasih sayangnya untuk mu, Ibu. :'"")


Untuk Ibuku, Ibumu, dan Ibu seluruh dunia..

Jambi, 25 Januari 2014

Jumat, 24 Januari 2014

#1Hari1Ayat : What did I do Today??

0 comments
sumber : youtube
:")
Sudah ngapain hari ini?
Persiapan akhirat apa yang sudah saya lakukan hari ini?

Berawal dari tadabbur salah satu ayat di surat Al-Baqarah, tepatnya ayat ke-96. Tentang manusia yang ingin diberi umur panjang. Padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab.


"Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling tamak kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih tamak lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." (Al-Baqarah : 96)


Gunakanlah sebaik-baiknya HARI INI. Meski kita meminta waktu lebih/perpanjangan waktu pun sama Allah untuk hidup beberapa puluh tahun lagi, atau bahkan seribu tahun lagi, percuma, karena belum tentu juga kita akan dekat dengan taubat, belum tentu waktu tambahan itu akan kita maksimalkan. Jadi, lakukan lah "yang terbaik" mulai dari hari ini. :)

Carpe diem quam minimum credula postero ..



Jambi, 24 Januari 2014

#1Hari1Ayat : Ukhuwah Islamiyah

0 comments


"Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana"
-Q.S Al-Anfal : 63




"Pertemuan bukanlah hal yang mutlak untuk menyatukan hati-hati yang berserakan.
Karena sesungguhnya, kita telah dipertemukan dan disatukan terlebih dahulu sebelum kita bertebaran di bumi Allah yang luas ini.
Mungkin kita tidak saling mengenal, namun kita saling mencintai karena iman.
Mungkin kita tak pernah saling bertemu pandang, namun setiap malam saling mendoakan.
Mungkin kita bisa saja tidak akan pernah bertemu di dunia, namun masih ada akhirat, tempat pertemuan abadi."

-Arnova Reswari



#1Hari1Ayat : Mempelajari Al-Qur'an

0 comments
Baru-baru ini Alhamdulillah banyak komunitas yang dapat memperkenalkan dan membuat kita lebih akrab dengan Al-Qur'an. Mulai dari ODOJ (one day one juz), ODOP (one day one page), lalu ODOA (one day one ayat), dan lain-lain yang tidak semua saya hafal. Saya hanya ikut salah satu, yaitu ODOJ.

Setelah 1 bulan lebih saya mengikuti ODOJ, Alhamdulillah sampai detik ini istiqomah, daaan semoga selalu istiqomah. Kuatkan Ya Allah! (">.<)9 Banyak sekali tantangan sebenarnya, dan bukan hanya saya yang mengalami kesulitan tentunya. Sebenarnya program tilawah 1 hari 1 juz bisa dibilang diwajibkan bagi saya dan teman-teman di kampus, yaa selain diwajibkan oleh organisasi, liqo kami pun mewajibkan. Namun, nyatanya sebelum saya ikut ODOJ, saya cukup permisif untuk memborong juz-juz karena hari sebelumnya (karena kesibukan duniawi) tilawahnya tidak sesuai targetan. Berakhir dengan keteteran~ Hyuuuu. Dan saya hanya bisa pengakuan dosa di depan teman-teman jika hal itu terjadi. Malu ._.

ODOJ "memaksa" saya untuk konsisten dengan tilawah 1 hari 1 juz. Memaksa saya untuk bertanggung jawab dan melaporkan rapor tilawah saya hari ini, dengan waktu yang dibatasi. Jika tidak dibuat regulasi seperti itu, saya sadari mungkin sifat permisif tersebut masih ada sampai hari ini. Wallahu'alam.

Satu hal yang sangat saya wanti-wanti, semoga bagi peserta ODOJ, bagi saya atau bagi siapapun yang sudah mulai rutin membaca Al-Qur'an. Resapi dan maknailah ayat demi ayat Al-Qur'an tersebut, mulai dari baca artinya, mempelajari azbabun nuzul-nya, menghapal, dan mengaplikasikannya. :"" Sedih banget kaaan kalo rajin baca Al-Qur'an, tapi sikap kita sehari-hari jauh dari Al-Qur'an. :""


Yuk pelajari Al-Qur'an, bukannya Allah telah mempermudah kita? :""




"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar, ayat 17, 22, 32 dan 40)


#1Hari1Ayat : Jangan Bersedih!

0 comments



"Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (At-Taubah : 40)


Hey, kamu pernah bersedih?
Saya pernah, hehe.. tentu semua orang pernah.


Ayat ini berisi tentang orang-orang kafir yang hendak membunuh Rasulullah SAW, kemudian Rasulullah SAW keluar dari Mekah bersama Abu Bakar. Lalu mereka bersembunyi di suatu gua di bukit Tsur. Abu Bakar khawatir dengan keadaan Rasulullah sehingga Abu Bakar bersedih hati, lalu Rasulullah menenangkan beliau, "La Tahzan Innallaha ma'ana".


Bersedih hati saat ditimpa musibah, kemudian menangis, bukanlah hal yang salah bukan? Manusiawi. Akan tetapi jangan berlarut-larut yaa.  La Tahzan Innallaha ma'ana :')


#1Hari1Ayat : Definisi Bahagia

0 comments
Kata orang, bahagia itu SIMPEL.
Benar, sangat sangat benar. Bahagia itu sederhana :')
Bahagia adalah saat terbangun di waktu subuh oleh suara adzan atau teriakan anak-anak kosan membangunkan sholat. Saat tau saya masih diberi kesempatan hidup. Ruh masih boleh masuk ke tubuh yang terbaring lelap. Cukup dengan alasan ini saja yang menguatkan saya untuk bertanya sendiri, "kenapa tidak bersyukur di hari ini?" Bersyukur masih diberi kesempatan hari ini.

Kemudian melakukan rutinitas yang tiap harinya relatif sama. Bosan, memang, tapi saya bahagia. Capek, tidak perlu diungkapkan, tapi saya bahagia.

Bahagia itu sangat sederhana, hanya dengan membaca sms dari orang-orang yang disayangi, dari orang-orang yang jauh disana. Bahagia itu sangat sederhana, hanya dengan mendapat senyuman ramah dari teman-teman disini, saling mengingatkan dalam kebaikan dan bermanfaat dalam pengabdian.

Betapa bahagianya menjadi manusia yang memiliki hati yang tidak pernah membenci, senyuman yang terus ada dan tak pernah menyakiti, dan kasih sayang yang tak pernah berakhir untuk orang-orang yang saya cintai karena Allah. Kasih sayang yang seperti seujung kuku yang terus tumbuh meski dipotong berkali-kali, hanya karena Allah :)

Bahagia itu SIMPEL, tapi mekanismenya saya yakin ga akan cukup dijelaskan meski dengan berlembar-lembar flipchart. Ada 1 teori pasti yang saya tau (sesuai takaran ilmu saya yang lumayan sempit ini) : Segala takdir Allah, pasti berujung pada kebahagiaan hambanya.

InsyaAllah sampe hari ini saya meyakini itu. Jika sedih hari ini dan merasa "belum" bahagia, berarti masih ada sedikit puzzle cerita yang belum lengkap. Setelah Allah melengkapi, ya ujung-ujungnya bahagia pasti datang :""D

Jadi, bagiku, definisi bahagia adalah bersyukur. Bagaimana menurutmu?



Apabila kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan bisa menghitungnya”.  (An Nahl : 18)

Rabu, 22 Januari 2014

#1Hari1Ayat : Wanita Dunia vs Bidadari Surga

0 comments


Sungguh, orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air, mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadapan, demikianlah, kemudian kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah (Ad Dukhan 51-54)


Mana yang lebih utama, wanita dunia atau bidadari surga yang bermata indah? Coba simak cerita dari buku Agar Bidadari Cemburu Padamu, yang ditulis oleh ust. Salim A. Fillah di bawah ini :)


Al Imran Ath Thabrani meriwayatkan sebuah hadist dari Ummu Salamah, bahwa ia Radhiyallahu 'Anha berkata,
"Ya Rasulallah, jelaskanlah padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli..(Ad Dukhan 51-54)
Beliau menjawab, "Bidadari yang kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar."

Aku (Ummu Salamah) berkata lagi, "Jelaskanlah padaku ya Rasulallah tentang firmanNya : Laksana mutiara yang tersimpan baik (Al Waqi'ah 23) ..!"
Beliau menjawab, "kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia.."


Aku bertanya, "Ya Rasulaallah jelaskan padaku tentang firman Allah : Di dalam surga itu ada bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik (Ar Rahman 70).."
Beliau menjawab, "Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita."


Aku bertanya lagi, "Jelaskan padaku firman Allah : Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik (Ash Shaffat 49)..!"
Beliau menjawab, "kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada bagian dalam telur dan terlindung dari kulit bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur."


Aku bertanya lagi, "Ya Rasulaallah jelaskan padaku tentang firman Allah : Penuh cinta lagi sebaya umurnya (Al Waqi'ah 37) ..!"
Beliau menjawab, "mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya."

Aku bertanya, "Ya Rasulallah manakah yang lebih utama wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?"
Beliau menjawab, "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat."


Aku bertanya, "Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?"
Beliau menjawab, "Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya bewarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, "kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki dan kami memilinya."

Yuk menjadi wanita yang lebih baik dan lebih cantik daripada bidadari Surga! :D

#1Hari1Ayat : Orang yang Paling Mulia adalah yang Paling Bertaqwa

0 comments

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (Al-Hujuraat : 13)


Indonesia Raya, kaya akan budaya. Pun di seluruh dunia, kulit, ras, bangsa, suku, agama, penuh keberagaman. \:D/ Allah Maha Kaya.

Saya lahir di tanah Minang, dibesarkan dengan lidah Minang. Namun, hijrah ke Jambi dan dikelilingi oleh budaya Melayu. Kemudian saya hijrah untuk menuntut ilmu ke tanah Padjadjaran. Beda suku, katanya beda karakter. Bisa benar, bisa salah. Beberapa kali hijrah, tentu saya dituntut harus banyak belajar tentang budaya lokal dan harus cepat beradaptasi. Misalnya berbicara dengan orang Sumatera, tentu sah-sah saja jika berbicara ceplas-ceplos dan to the point. Ternyata hal itu sulit dipraktekkan saat berbicara dengan orang sunda yang lembut dan harus berbasa-basi dahulu. Misalnya lagi perbedaan tantang makanan kesukaan, orang Jawa yang cenderung suka masakan manis dan suka sayur mayur, dan orang Sumatera yang cenderung suka pedas dan lebih suka daging-dagingan. hehe..

Itu baru di Indonesia loh, belum lagi kalo cakupannya dunia. Wah.. wah.. Namun, semua perbedaan tersebut tidaklah masalah bagi Allah. Laki-laki, perempuan, suku bangsa apapun, jabatan apapun, semua sama di mata Allah. Keimanan kitalah yang menjadi pembedanya.


Jadi, Apapun suku bangsamu..
Bersyukurlah, itu adalah wujud betapa kayanya Allah, Pencipta kita.
Bukan kah yang paling penting itu adalah takwa? :"")

 sumber gambar : www.indonesiancultureandbeauty.blogspot.com

#1Hari1Ayat : Kemenangan Islam

0 comments
Setiap Jum'at siang di Kampusku..

Jika kamu iseng untuk bermain kesini, atau sekadar untuk melihat-lihat kampusku yang hijau, kamu akan menemukan lingkaran kecil di sekitar taman, teras-teras gedung, atau di saung-saung kampusku. Kemudian, bagi kamu yang baru pertama kali melihat pemandangan tersebut, mungkin bergumam, "Pada ngapain sih?" :)
Yeaaaa, ada sebuah lingkaran hebat disana, mari kita sebut lingkaran itu bernama Mentoring atau Liqo atau Halaqah. \:D/

Ada sebuah program fakultas, yang mewajibkan seluruh mahasiswa tahun 1 FK Unpad (yang beragama Islam) ikut mentoring. Saya rasa, mungkin di fakultas/universitas lain pun ada program keren seperti ini. Lingkaran tempat kami banyak belajar, menyelami Islam yang indah, menyeluruh, dan dalam proses yang panjang. Lingkaran yang tidak hanya datang, duduk, baca Al-Qur'an, masuk ke materi dan selesai.

Mentoring, dari rahimnya lah para pemimpin kampus kami lahir, darinya lah orang-orang keren bermental pemimpin lahir. Bagi saya sendiri, peran mentoring itu sungguh nyata. Hal-hal dari yang dulunya jauh dan bahkan saya tidak ketahui, jadi tau. Mentoring benar-benar membuka mata saya. Sampai-sampai saya berfikir, kenapa ga dari dulu saya ikut mentoring? \:D/

Kenali lah Islam secara sempurna, menyeluruh, hingga kita takjub betapa indahnya agama ini. Mengenalnya adalah dengan mempelajarinya, dan cara belajar yang terbaik itu adalah ber-jama'ah, contohnya melalui mentoring. Dengan semakin paham dengan Islam, kita bisa menepis segala fitnah-fitnah buruk tentang Islam, minimal dengan akhlak baik yang kita miliki, dan akhlak baik akan sangat dekat dengan kasih sayang Allah. Dan cinta dari Allah adalah sebaik-baiknya cinta. Abadi.

Jika generasi ini tumbuh dalam tarbiyah yang baik, penuh dengan nilai-nilai Islam, maka kita tinggal menunggu bukti bahwa Islam akan menang suatu hari nanti. Itu pasti, sesuai janji Allah.


"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang diantara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebaikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka, dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (An-Nur : 55)

Islam itu pasti menang! Tinggal kita, apakah mau cuma melihat kemenangannya Islam, tidak melakukan apa-apa, cuma jadi penonton atau ikut terjun berpartisipasi untuk kemenangan Islam? Ikut berlomba-lomba bersama yang lain untuk kemenangan Islam? Silakan memilih, karena sesungguhnya, ada ataupun tidak kita, Islam pasti akan menang. :)




#1Hari1Ayat : Berbuat Baik pada Kedua Orang Tua

0 comments
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (Al-Israa' 23)
 
 
Astgahfirullah ..
Maafkan saya yang lalai selama 1 minggu. Sungguh, saya tidak bermaksud untuk melalaikan untuk tidak istiqomah menuliskan #1Hari1Ayat di laman membranteladan ini. ._.

Kemarin saya ke luar kota beberapa hari, engga bawa laptop, daaan kemudian terjadilah kelalaian ini. Untuk menebus kelalaian tersebut, malam ini saya harus kebut semalam untuk membayar hutang ayat-ayat yang belum saya post. Semoga bermanfaat! Hehe ^^



Rabu, 15 Januari 2014

#1Hari1Ayat : Kasih Sayang Rasulullah

0 comments

Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaum mu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman (At-Taubah 128)

Ah, saya selalu semangat jika berbicara tentang Rasulullah SAW.

Jika pada tulisan kemarin saya bercerita tentang cintanya para sahabat kepada Rasulullah SAW, kali ini saya akan bercerita tentang cintanya Rasulullah SAW kepada kita (ummatnya), seperti yang tertera pada ayat di atas. :')

Apakah teman-temang ingat tahun berduka Rasulullah SAW? Pada waktu itu, paman yang sangat dicintai Rasulullah (Abu Thalib) meninggal dunia. Saat itu Rasulullah SAW ingin menuntunnya untuk mengucapkan 2 kalimat syahadat. Rasulullah SAW bersabda padanya, "Wahai paman, ucapkanlah La illaha Illallah, satu kalimat yang dapat engkau jadikan hujjah disisi Allah."

Namun sayangnya, hingga ajal menjemput Abu Thalib, ia tak kunjung mengucapkan kalimat tersebut. Sungguh sedih hati Rasulullah SAW, mengingat paman yang sangat dicintainya meninggal dalam keadaan tidak beriman. Padahal betapa besar pengorbanan Abu Thalib terhadap dakwah Rasulullah SAW semasa hidupnya. Hanya satu kesalahannya, tidak mengakui Muhammad SAW sebagai utusan Allah dan tidak mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Aku benar-benar akan memohon ampunan bagimu wahai paman selagi aku tidak dilarang melakukannya."

Hingga turunlah ayat At-Taubah 113 dan Al-Qashash 56. At-Taubah 113 berisi tentang larangan Allah terhadap Nabi Muhammad SAW dan orang-orang beriman untuk meminta ampun bagi orang musyrik, meskipun orang itu kerabatnya. Kemudian Al-Qashash 56 yang bercerita tentang Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki.

Itu baru salah 1 bentuk rasa kasih sayang Rasulullah kepada salah satu kerabatnya. Masih banyak cerita dan kisah-kisah tentang bagaimana kasih sayang Rasulullah kepada sahabatnya, istri-sitrinya, anaknya, dan kepada kita (ummatnya). Bahkan sebelum ajal menjemputnya pun, Rasulullah masih mengingat kita. Masih mendo'akan kita ummatnya. :')

Allahumma shalli 'ala Muhammad ..



Jambi, 15 Januari 2014


Selasa, 14 Januari 2014

#1Hari1Ayat SPECIAL CHALLENGE : #RasulullahMyIdol

0 comments

 

Katakanlah (Muhammad) : 'Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (Ali-'Imraan : 31)

Diriwayatkan oleh Hasan Basri bahwa beberapa orang pada masa Rasulullah SAW telah bersaksi bahwa mereka sangat mencintai Allah, lalu turunlah ayat ini. Perintah untuk mengikuti dan mencintai Rasulullah SAW. :)

Dalam rangka berpartisipasi SPECIAL CHALLENGE #RasulullahMyIdol , saya ingin bercerita tentang bertapa cintanya para sahabat kepada beliau. Semoga beberapa cuplikan cerita yang saya dapat dari MABIT di Pusdai 2 tahun lalu ini bisa membangkitkan rasa cinta para pembaca kepada Rasulullah SAW. :')


Anas r.a berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :
"Tidaklah beriman salah seorang kalian sampai aku lebih dicintainya dari orang tuanya, anaknya, dan manusia seluruhnya."

Cerita #1 :
Seorang sahabat berkata "Ya Rasulullah, ayahku yang dalam keadaan kafir datang kepadaku dan menghinamu. Aku tidak rela, kemudian aku memukulnya."

Cerita #2 :
Seroang Ibu datang sambil menggendong anaknya lalu berkata :
"Ya Rasulullah, aku tahu anakku belum bisa berjuang, tapi Ya Rasulullah, bawalah anakku ini dan jadikanlah perisai. Ketika orang kafir menyerangmu dari sebelah kanan, lindungilah dirimu dengan anakku. Ketika orang kafir menyerangmu dari sebelah kiri, lindungilah dirimu dengan anakku."

Cerita #3 :
Seorang sahabat lain berkata :
"Ya Rasulullah, engkau lebih berharga dari nyawaku sendiri. Lebih berharga dari keluarga dan anak-anakku."

Cerita #4 :
Ketika Perang Uhud, beberapa sahabat berebut menjadi tameng hidup Rasulullah, melindungi beliau dari pedang dan panah yang akan melukai tubuhnya.

Cerita #5 :
Setelah Perang Uhud, seorang wanita Anshar kehilangan bapak, suami, saudara, dan anaknya. Ketika diberi tahu tentang itu, beliau malah bertanya, "Bagaimana dengan Rasulullah?"
Para sahabat bingung sambil berkata, "Rasulullah baik-baik saja."
Wanita itu berkata, "setiap musibah akan menjadi ringan selepas melihat Rasulullah selamat."
 
Cerita #6 :
Ketika Khubaib hendak dibunuh oleh orang kafir, beliau ditanya : "Sukakah engkau bila Muhammad menggantikanmu dan engkau selamat bersama keluargamu?"
Dengan suara laksana angin kencang, Ia berkata : "Demi Allah, aku tak sudi bersama anak dan istriku selamat menikmati kesenangan dunia, sedang Rasulullah kena luka walau oleh duri!!"

Cerita #7 :
Saat hijrah, Rasulullah dan Abu Bakar kehausan. Abu Bakar berkata, "Aku mencari susu untuk diberikan kepada Rasulullah, kemudian Rasulullah minum, hingga aku sendiri merasa kenyang." :__)

Cerita #8 :
Ali bin Abi Thalib berkata: "Demi Allah, Rasulullah lebih kami cintai daripada air dingin pada saat dahaga".
 
 
Sebegitunya ya .. :')
Allahumma shalli 'ala Muhammad ..
 
Buktikan juga cinta kita pada Rasulullah SAW yok :_).
Jika kita tidak sempat menatap wajah Rasulullah SAW dengan berlinang air mata, mengecup tangannya, mendekap tubuhnya penuh cinta, menyontoh langsung akhlak baiknya, membuat beliau tersenyum semasa hidupnya, jika kita tidak sempat melakukan itu semua, dan memang tidak bisa, maka dekap erat sunnahnya.  Hingga kita dipertemukan di telaganya! InsyaAllah! :_)
 
 
Jambi, 14 Januari 2014 

Senin, 13 Januari 2014

#1Hari1Ayat : Menjadi Teladan

0 comments



“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
(Q.S. Ash-Shaff : 2-3)
 

Salah satu berdakwah yang baik adalah dengan menjadi teladan. Memberikan contoh dengan perbuatan sembari melisankannya dengan ucapan. Keteladanan adalah Kebenaran yang dilaksanakan. Berikut adalah cerita tentang keteladanan Hasan Al-Bashri, mudah-mudahan bisa jadi contoh bagi kita semua. :)


Suatu hari, beberapa budak datang kepada Hasan Al-Bashri, mengadukan praktek perbudakan yang telah membuat mereka menderita. Mereka meminta agar Hasan Al-Bashri memberi nasihat dan menghimbau orang-orang kaya agar memerdekakan budak-budaknya. Dengan begitu budak-budak tersebut berharap agar mereka mendapatkan kebebasan. Hasan Al-Bashri pun berjanji untuk memenuhi permintaan mereka.

Setelah itu, pada saat khotbah Jum’at, Hasan Al-Bashri tidak berkhotbah tentang perbudakan. Jum’at berikutnya Hasan Al-Bashri juga tidak berkhotbah tentang tema yang sama. Begitu pula khotbah Jum’at minggu depannya. Pada khotbah jum’at berikutnya (khotbah jum’at ke-4, setelah Beliau berjanji pada budak-budak), barulah Hasan Al-Bashri berbicara tentang pahala orang yang memerdekakan budaknya. Belum sampai waktu sore datang, mayoritas budak telah dibebaskan.

Tidak lama kemudian, para budak mengunjungi Hasan Al-Bashri guna mengucapkan terima kasih. Namun, mereka membahas tentang keterlambatan khotbah tersebut, bahkan hingga telat  4 minggu. Hasan Al-Bashri kemudian meminta maaf atas keterlambatan tersebut dan berkata, “Yang membuatku menunda pembicaraan ini adalah karena aku tidak memiliki budak dan tidak juga memiliki uang. Aku menunggu sampai Allah mengaruniakan harta kepadaku, sehingga aku dapat membeli budak, lalu budak itu aku bebaskan. Kemudian barulah aku berbicara dalam khotbah, mengajak orang untuk membebaskan budak. Allah pun memberkati ucapakanku karena perbuatanku membenarkan ucapanku itu.”
 
:)
 
Jambi, 13 Januari 2014
 
 
 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template