Senin, 27 Januari 2014

#1Hari1Ayat : Dua Pilihan

Dulu, saya pernah kagum pada beberapa teman yang jarang diajak ngobrol oleh laki-laki. Kagum pada tingkah anggun mereka dalam bersikap di depan umum. Padahal, saat kami kumpul bersama, mereka sama seperti saya, sama-sama “rame”, sama-sama senang tertawa, ceria, seperti remaja-remaja mungil lain kebanyakan.
Seiring semakin bertambahnya usia kami…

Sikap yang unyu itu berubah saat mereka di tengah keramaian. Bermetamorfosis menjadi anggun. Sampai-sampai tidak ada laki-laki yang berani mengganggunya. Jangankan mengganggu, menegur saja segan. Malu. Hingga membuat saya semakin bertanya-tanya. Mengapa mereka demikian berbeda?? Mereka lebih banyak mendengar daripada berbicara, lebih banyak diam daripada tertawa, lebih memilih tidak diperhatikan dan diabaikan.

Sebaliknya, saya melihat beberapa teman yang jika kami bermain “truth or dare”, namanya tidak asing lagi, hampir selalu disebut-sebut oleh laki-laki, untuk pertanyaan “truth” : “Siapa yang paling seksi menurutmu?” “Siapa yang paling kamu suka di kelas ini?” “Siapa yang paling cantik menurutmu?”

Mereka selalu dicari-cari oleh teman laki-laki kami. Tidak segan teman laki-laki memeggang tangan dan memeluk mereka. Tidak ada masalah juga bagi mereka. Semua baik-baik saja.
Dua fenomena berbeda. Bisa jadi, ada dalam situasi yang sama. Teman saya bilang, hidup itu pilihan. Mau memilih yang A atau yang B, itu tergantung kita. Mau masuk surga atau neraka, itu juga pilihan kita. Bahkan, untuk ber-Islam pun tidak ada yang memaksa, semua kita yang memilih. Maka memilih lah dengan bijak, agar diri ini selamat. :)
 
 
  "Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah-lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik."
-Q.S Al-Ahzab 32


Hingga suatu hari saya paham, ada yang lebih berhak untuk semua kecantikan seorang wanita. Ada yang lebih berhak untuk manja-manjanya, lemah lembutnya dan bahkan fisiknya yang sempurna. Tidak lain adalah suaminya, nanti.

Ironinya, sedikit yang tahu. Sangat sedikit yang paham. Lebih sedikit lagi yang mengaplikasikan.



Jambi, 27 Januari 2014

0 comments:

Posting Komentar

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template