Jumat, 10 Januari 2014

#1Hari1Ayat : Mencintai Allah dan Rasul-Nya


"Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
(At-Taubah 24)

Ayat ini juga saya tulis dalam postingan blog tanggal 18 November 2013 lalu berjudul mencintai-Nya. Menempatkan cinta setinggi-tingginya pada Allah dan Rasul-Nya sulit memang. Mungkin manusia bisa berkilah, wajar kita lebih mencintai duniawi, karena wujud Allah tidak terlihat. Tapi tidak kah kita berfikir? Saat kita melihat sinar matahari yang begitu silau, langit biru yang indah, samudra yang begitu luas, gunung-gunung yang begitu tinggi, tidak kah kita sadar bahwa ada kuasa yang Maha Dahsyat untuk menciptakan itu semua? Masih bisa berkata bahwa kita tidak melihat Allah? Allah bahkan lebih dekat dari urat/denyut nadi di leher, kalo kata teman-teman di kampus saya bilang, Allah bahkan lebih dekat dari Carotid artery. Sangking dekatnya, mungkin karena itu kita belum bisa melihat Allah, tapi kita bisa merasakan keberadaan Allah. 

Mari kita analogikan carotid artery (arteri yang ada di leher), teman-teman bisa melihatnya? Tidak, kan? Mau diputar berapa derajat pun kepala kita, kita tidak bisa melihat urat nadi leher sendiri. Namun, kita bisa merasakan manfaatnya. Merasakan bahwa otak kita dialiri darah oleh artery, sehingga nutrisi untuk otak bisa sampai ke otak, dan kita masih bisa tetap hidup, dan membaca tulisan ini. Hehe.

Yah, begitulah! :)


Januari, 10 Januari 2014

0 comments:

Posting Komentar

 

Arnova Reswari Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template